Arsip | Umum RSS for this section

Penilaian Allah


“Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” – (Al Quran surah At-Taubah: 105)

saya pernah terjebak, pada masa-masa dimana selalu ingin dihargai, dipuji, dianggap oleh orang lain. selalu ingin menyenangkan siapapun. dengan seluruh daya upaya yang dimiliki – meski dalam koridor yang masih wajar-.

Namun ternyata jauh sebelum itu, sudah ada peringatan dariNya, bahwa yang harus diutamakan adalah penilaian Allah dan RasulNya.

jauh lebih menenangkan, jauh lebih menyenangkan, jauh lebih menentramkan.

berharap pada manusia itu capek, melelahkan, dan membuat hidup penuh sandiwara.

Carilah penilaian Allah, itulah penilaian yang paling adil.

hari ke-5


ini bukan tentang menghitung sudah berapa lama kita puasa, sudah berapa banyak tarawih di masjid, atau berapa kali memburu takjil.

ini tentang perpisahan sementara. berpisah dengan kebersamaan. berpisah dengan kenyaman. berpisah dengan keseharian bersama keluarga lengkap.

tapi ada satu perpisahan yang tidak boleh terjadi. berpisah dari asa rahmatNya.

selalu sabar, ikhlas dan memohon ampun atas yang terjadi di permulaan ramadhan tahun ini, semoga kita semua kembali dipertemukan, dibersamakan kembali di rumah.

 

semangat bunda…

Blame, Excuse, Denial


Salah satu penyakit yang sering muncul dalam dunia organisasi, entah itu dalam lingkup organisasi massa, komunitas bahkan perusahaan yaitu BED. Blaming, Excuse dan Denial. Tiga penyakit ini bisa menyerang siapa saja. Kenapa disebut menyerang? karena mungkin saja tanpa sadar, seseorang yang menganggap dirinya terbebas dari sifat tersebut, ternyata melekat pada dirinya hal-hal negatif itu.

Pertama, Blaming: Selalu menyalahkan.

Cari aman. Cari muka. Cari Penghargaan. Begitulan ciri-cirinya, enggan disalahakan tapi sering menyalahkan. Mirip seperti orang main pingpong, jika dilempar bola, langsung dilempar ke lawannya. Jika mendapat suatu masalah langsung menyalahkan orang lain atas masalah tersebut. Cuci tangan? iya.  Namun, bila ada penghargaan, apresiasi, ia menjadi yang terdepat mengakuinya.

Kedua, Excuse: Cari-cari alasan.

Menghindar bila disalahkan, menyiapkan berbagai alasan jika ada kesalahn yang dilakukan atau yang disebabkan oleh dirinya. Tidak mau mengakui jika ada kekurangan, seolah ingin terlihat sempurna di depan, namun pada hakikatnya banyak kekurangan di belakang. Pecundang? iya.

Ketiga, Denial: Menolak, Menyangkal.

Jika diberikan arahan tidak sesuai dengan arahan. Diberikan nasehat tidak terima. Merasa diri paling berhak memberikan ide, bukan diberikan ide. Merasa diri punya kapasitas lebih, namun tdk pernah menerima masukan dari orang lain. Tinggi hati? iya.

Helicopter View & Farmer View


Seringkali kita membanding-bandingkan, mana yang lebih baik antara orang yang punya pandangan luas namun tidak paham detail dengan orang yang paham detail namun tidak memiliki pandangan luas.

Orang yang berada di atas helicopter (pemilik ladang) akan melihat dengan sudut yang sangat luas. Ia bisa melihat dalam radius yang panjang dan mudah sekali berpindah tempat dari satu titik ke titik lain dalam waktu singkat.

Sementara disisi lain, orang yang ada di ladang (dalam hal ini petani), ia sehari-hari berjibaku dengan ladangnya. Padangannya sempit, sejauh mata memandang hanya hamparan padi yang tersusun rapi. Setiap jengkal yang dilalui ia tahu betul bagaimana kontur ladangnya, dimana posisi parit dan tanaman apa saja cocok bisa ditumpangsarikan disitu.

Masing-masing punya wilayah keahlian masing-masing, punya kapasitas dalam menilai baik buruk, cocok tidakcocok, mudah atau sulit, memungkinan atau mustahil.

Si pemilik ladang perlu mendengarkan apa kata petani yang sehari-hari memantau kondisi lahan, si petani juga harus mampu memahami dan menerima permintaan pemilik ladang. semua perlu dikomunikasikan. Dan yang terpenting, salahsatu pihak tidak merasa paling jumawa, paling paham atas segala kondisi yang ada.

Perlu ada kolaborasi antara semua petani dan pemilik ladang, demi kemajuan hasil panennya. Sekian.

tak menyapa bukan berarti lupa


masa lalu adalah romantisme. masa depan adalah harapan.

melupakan masa lalu tidak mungkin. apalagi kembali ke masa lalu.

memang banyak kenangan, banyak keindahan, banyak kesukacitaan yang ingin diulang atau atau paling tidak bertemu berjuma aktor-aktor dibalik setiap kejadian masa lalu. mereka kini entah dimana, ada yang masih aktif di media sosial, juga ada yang hilang dari peredaraan jagad maya yang tak bisa ditelusuri berada dimana.

kini, kita punya waktu hanya saat ini dan masa depan. waktu kini yang pasti dan masa depan yang masih tertutup tabir sampai kapan akan dijalankan.

terimakasih untuk semua kenangan, setiap kebaikan, canda tawa, kehangatan untuk orang-orang yang pernah singgah dalam hidup saya sejak kecil hingga kini. do’a terbaik untuk kalian semua yang telah memberi arti bagi hidup saya.

tak menyapa bukan berarti lupa, hanya saja tak mengerti mulai dari mana. karena mungkin kalian sudah punya dunia sendiri.

 

Bandung.21.10.18

 

 

 

 

 

 

mengejar waktu


waktu begitu cepat berlalu.  entah karena selama ini ia tak dihargai, hingga perputarannya menyisakan penyesalan. atau karena perubahan-perubahan itu bergerak melaju tak diimbangi dengan kesiapan diri.

satu hal yang pasti, setiap waktu mengukirkan cerita. suka maupun duka. terkadang pahit di masanya, namun bisa menjadi pemanis kisah yang indah untuk dikenang.

waktu yang menjadi penanda pertemuan, ia juga yang megharuskan perpisahan. satu bulan, dua bulan, setahun, dua tahun, bahkan bertahun-tahun lamanya, ia hanya bisa bercerita lewat lembaran hitam putih dalam potret kehidupan.

meskipun tak bisa terjelaskan dengan pasti, apa rasa yang terkandung didalamnya. ada kerinduan, muncul kegelisahan.

jika waktu sudah berlalu pergi menjauh, sementara diri terdiam meratapi jejak langkah yang telah dilalui. maka langkah terbaik adalah memulai mengejar waktu itu.

mengejar tapak demi tapak jarak yang tertinggal, detik-demi detik jarum yang berputar.

hingga saatnya nanti kau bertemu waktu itu, jangan siakan. jangan lepaskan.

 

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)

 

 

cengkerama


pagi ini baru selesai interview beberapa orang. dan interview merupakan tempat belajar dari orang lain. tempat bermuhasabah, evaluasi, mencuri info yang bisa dijadikan pelajaran untuk diri sendiri.

bahwa di tempat yang lain, orang lain, mungkin tidak seberuntung kita. bahwa ditempat lain bisa jadi ada orang-orang yang usahanya lebih keras namun tidak mendapatkan hasil “fisik” yang setara dengan kita.

terkadang, cerita-cerita bahkan curhatan seseorang bisa membuat kita belajar mensyukuri hidup. belajar untuk tidak kufur atas segala nikmat yang telah Dia berikan kepada kita.

dan pagi ini, saya belajar bahwa ada orang tua yang sudah selayaknya kita ingat jasa-jasanya. ada orang tua yang sudah lama tak melihat wajah anaknya. ada orang tua yang butuh bercengkrama dengan anaknya.

seseorang itu menangis, menitikkan air mata. ia yang kehidupannya tinggal bertiga dengan kedua orang tua. setelah kehilangan 2 adiknya yang meninggal. ternyata juga harus kehilangan waktu bercengkerama dengan kedua orang tuanya yang sama-sama bekerja. mencari nafkah kebutuhan keluarganya. hingga harus kehilangan kehangatan malam bersama kedua orang tua dan harus rela terlambat berangakat kerja karena pagi itu adalah satu-satunya waktu untuk bertemu mereka.

“iya, saya terlambat. karena kangen dengan orang tua. ingin bercengkerama dulu dengan mereka yang seharian bekerja.”

lalu

“pernah terbersit niat untuk menggantikan beban mereka?”

dan hening pun mengakhiri cengkerama pagi ini.

Bandung.03.10.16

 

 

 

Begini kalau sudah menikah?


sebuah teori antah berantah menyatakan, “semakin banyak populasi jomblo dalam grup WA, maka grup itu semakin aktif. Semakin sedikit populasi jomblo, grup WA cenderung sepi.”

dulu, ada teman yang rameee banget di grup WA, tiap apa aja yg muncul langsung dikomenin, eh setelah menikah tiba-tiba menghilang. jarang komentar lagi di grup.

dulu, ada teman yang rajin banget update status, hampir tiap aktifitasnya diupdate. lagi ngapain, mau apa, pergi kemana, dll. tapi setelah menikah, jarang lagi tuh bikin status-status fenomenal.

dulu, ada teman yang statusnya galau-galau, temanya tentang cinta terus. mengundang orang lain untuk komentar. setelah menikah, hmm.

coba deh perhatikan, ada gak yang seperti itu di lingkungan sekitarmu?

*sambil lihat cermin*

 

 

ngepo berujung perenungan


Salah satu cara mengingat masa lalu dan orang-prang yang pernah menjadi bagian penting dalam hidup kita adalah dengan kepo. Ngepoin medsosnya yang juga sama-sama sudah usang tak ada update-annya. Ah mungkin orang-orang juga sudah jenuh dengan medsos. Ada yang dulunya aktif mendsos , ngeblog, twitteran, fb-an, instagraman pas zaman waktu masih di kampus. Tapi sekarang dunia seperti sudah berubah. (termasuk ngelirik diri sendiri).

Dulu, ketika awal fb booming, hampir tiap hari ada yang update status, tiap jam bahkan, eh bahkan 5 menit sekali ‘nyetatus’. Pas twitter booming juga sama, sampe bikin kultwit panjang dengan hestek khas yang mengundang orang untuk kepo lebih lanjut. Namun sekarang, entah sayanya yang kurang update apa  gimana ya, makin kesini makin sepi medsosnya. hoho.

Termasuk blog ini yang ga keurus sama sekali. Dulu mah tiap malem nongkrongin laptop. Entah sekedar bikin coretcoretan yang ga jelas, atau sekedar update -update yang ga jelas juga sih.

Eh balik lagi ke awal kalimat di atas, jadi dg membuka-buka kembali ‘aktivitas’ di medsos yang lama udah ga kepake kita bisa jadi termotivasi. si ini sekarang udah dimana, udahjadi apa, udah punya anak berapa #eh, udah punya bisnis apa, udah kemana-mana dan udah-udahan yang lainnya.

… akhirnya kepo pun berujung perenungan.

dan saya, udah jadi ‘apa’ sekarang?

 

Bandung.15.03.16

 

 

 

 

 

Orang Lain di Tengah Kita


Oleh M Anis Matta

Fajar belum menyingsing ketika itu. Tiga orang laki-laki melangkah gagah menggapai takdir mereka. Senyum mereka lepas. Sorot mata mereka teduh, ada keyakinan dan kerinduan yang menggelora di sana. Mereka baru saja akan memulai sebuah kehidupan baru, kehidupan dari kehidupan yang sesungguhnya, hidupnya hidup; kehidupan akhirat sedetik setelah tiang gantungan menutup nafas mereka.

Sayyid Quthb, Yusuf Hawwas dan Abdul Fattah Ismail. Merekalah ketiga pahlawan itu, yang mengakhiri hidup di tiang gantungan, menjelang fajar hari Senin tanggal 29 Agustus 1966. Sebuah buku kehidupan telah berakhir dalam riwayat kefanaan dunia, tapi sebuah buku kehormatan telah dimulai dalam riwayat keabadian akhirat. Sebuah skenario kebatilan telah dirampungkan dengan sempurna, tapi sebuah skenario kepahlawanan baru saja dimulai dengan indahnya.

Itu peristiwa besar dalam sejarah harakah Islam yang kita catat dengan penuh kebanggaan, dan akan tetap kita kenang dengan penuh kebanggaan. Sebab darah para syuhada itulah yang sesungguhnya mengalirkan energi dalam tubuh harakah Islam, yang membuatnya sanggup bertahan di tengah berbagai macam cobaan dan penderitaan panjang yang menimpanya.

Lelaki yang menggantung Sayyid Quthb bersama kedua rekannya itu adalah Jamal Abdul Nasser. Lelaki yang disebut terakhir ini naik ke panggung kekuasaan Mesir setelah sukses melakukan kudeta militer pada 23 Juli 1952. Kudeta militer yang kemudian dikenal dengan Revolusi Juli itu dirancang melalui kerjasama antara militer dengan Ikhwanul Muslimin. Nasser sendiri, disamping merupakan perwira tinggi militer, juga merupakan seorang kader inti Ikhwan. Selama masa perencanaan dan pematangan revolusi, rumah Sayyid Quthb, yang juga dikenal sebagai pemikir kedua Ikhwan setelah Hasan Al-Banna, merupakan salah satu pusat pertemuan terpenting para tokoh perancang revolusi tersebut.

Dalam segala hal Sayyid Quthb adalah senior. Itu sebabnya Nasser selalu memanggilnya dengan sebutan “abang”. Setelah menjadi presiden, Nasser bahkan menawarkan jabatan apa pun yang diinginkan Sayyid Quthub. Tapi 14 tahun kemudian, Nasser pulalah yang menggantung seniornya, abangnya.

Pelajaran besar

Dalam sejarah pergerakan Islam, ada sebuah fakta yang terulang berkali-kali, bahwa sebagian besar musibah yang menimpa da’wah dan harakah selalu datang dari dalam harakah itu sendiri. Untuk sebagiannya, musibah itu datang dari shaf yang terlalu longgar, yang kemudian tersusupi dengan mudah.

Jangan pernah menyalahkan musuh jika mereka berhasil menyusupi shaf kita. Sebab penyusupan adalah pekerjaan yang wajar yang akan selalu dilakukan musuh. Kita juga akan selalu melakukan hal yang sama. Seperti dulu, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah melahirkan banyak tokoh intelijen yang dikenal dengan keahlian menyusup. Misalnya Huzaifah Ibnul Yaman dan Amru Bin ‘Ash. Tapi kalau sekarang malah shaf kita sendiri yang mengalami kebobolan. Tampaknya kita perlu belajar kembali.

Apakah shaf Rasulullah Saw sendiri tidak pernah disusupi? Dalam sebuah perang, penyusupan adalah keahlian inti tim intelijen. Orang-orang Yahudi dan munafiqin berkali-kali mencoba melakukan penyusupan ke dalam shaf Rasulullah. Tapi tidak pernah berhasil.

Begitu harakah Islam mulai membuka diri dengan masyarakat luas, masyarakat yang heterogen, maka mereka akan berhadapan dengan persoalan kontrol organisasi. Pengetatan dan pelonggaran berakar pada konsep harakah sendiri tentang mekanisme kontrol internalnya.

Keterbukaan adalah asas da’wah. Semua manusia mempunyai hak untuk dida’wahi, sama seperti mereka berhak juga untuk ikut berpartisipasi dalam da’wah. Jadi gerakan bawah tanah haruslah dianggap sebagai sebuah pengecualian, yang ditentukan oleh tuntutan kondisi lingkungan strategis da’wah.

Tapi di sinilah letak masalahnya; keterbukaan adalah tuntutan da’wah, tapi keterbukaan juga bisa membawa masalah. Salah satunya adalah penyusupan itu; terlalu ketat akan menutup ruang partisipasi dan rekrutmen, terlalu longgar akan membuka peluang penyusupan. Jadi pertanyaannya adalah bagaimana membangun sebuah organisasi da’wah yang terbuka, tapi tetap rapi dan terkontrol?

Sistem kontrol

Apakah yang harus kita kontrol dalam organisasi da’wah kita? Jawabannya adalah gagasan dan orang. Gagasan perlu dikontrol karena manhaj da’wah kita mengalami proses interaksi yang dinamis dengan perubahan-perubahan yang terjadi di dalam organisasi dan pada lingkungan strategis. Prinsip-prinsip da’wah yang bersifat fundamental dan permanen, atau yang biasa disebut dengantsawabit, dengan pikiran-pikiran yang bersifat variabel, atau yang biasa disebut denganmutaghayyirat, mengalami proses-proses pengujian dan pembuktian yang rumit dan kompleks.

Benturan-benturan yang berkesinambungan dengan realitas melahirkan dinamika dalam pemikiran yang menjadi sumber kekayaan harakah. Tapi dinamika itu jugalah yang harus dikontrol. Kontrol bukanlah merupakan upaya penjegalan atas munculnya gagasan-gagasan baru. Kontrol dilakukan untuk memastikan bahwa proses kreativitas dan pengembangan pemikiran dalam da’wah berlangsung dengan panduan metodologi yang benar. Keluaran (output) yang kita harapkan adalah munculnya gagasan baru yang menjadi sumber kekayaan pemikiran yang mendinamisasi da’wah.

Ambillah contoh bagaimana, misalnya, gagasan tentang penggunaan kekerasan telah mendorong banyak harakah Islam terjebak dalam konflik berkepanjangan dengan penguasa dan masyarakat. Kekerasan bagi mereka adalah cara kilat untuk mengubah masyarakat atau melawan kemungkaran. Apakah munculnya gagasan itu merupakan proses dinamika pemikiran yang murni dari dalam atau ada kekuatan lain yang ‘mewahyukan’ pemikiran itu kepada harakah karena mereka memang menginginkan harakah berpikir dan bertindak begitu?

Kontrol atas orang dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada penyusup dalam organisasi da’wah. Hubungan personal dalam da’wah dilakukan atas dasar kepercayaan atau tsiqah; kepercayaan kepada aqidah, niat, fikrah, akhlak. Tapi kepercayaan itu bersifat subjektif, sedangkan manusia juga mengalami perubahan-perubahan besar di dalam dirinya. Perubahan-perubahan itulah yang perlu kita kontrol; dari saat seseorang menjadi objek da’wah, kemudian bergabung dengan da’wah hingga saat wafatnya.

Seseorang bisa dirancang sebagai penyusup ke dalam da’wah, tapi bisa juga direkrut oleh ‘orang lain’ justru setelah ia bergabung dengan da’wah. Proses rekrutmen bisa berlangsung melalui suatu rekayasa intelijen, tapi bisa juga terjadi secara natural melalui pergaulan sehari-hari. Dalam kondisi terakhir ini, seorang aktivis da’wah biasanya mengalami penyimpangan perilaku atau akhlak, larut dalam pergaulan, dan kemudian secara tidak sadar membawa ‘pesan’ orang lain tanpa sadar ke dalam da’wah.

Akhir kata, sistem proteksi gerakan da’wah harus dilakukan dengan dua cara: penguatan kesadaran manhajiah dan penguatan kesadaran intelijen. Kesadaran manhajiah akan memungkinkan kita mengontrol gagasan, sedangkan kesadaran intelijen memungkinkan kita mengontrol orang.[]

portalpiyungan.org

kembali


sudah memasuki bulan Desember, dan tiga bulan sudah tak menyapa tempat ini. bergelimpangan rasa yang tercecer entah tak beraturan hingga tak sempat untuk menatanya kembali dalam barisan tuts tuts hitam yang berjajar setiap hari. Padahal ianya selalu dijumpai, namun tak sempat lagi menuliskan yang menjadi bisikan suara hati.

satu tahun lalu, di bulan ini, adalah hari-hari penantian yang mengaduk-aduk rasa tak henti bergoncangan. antara harap, cemas, bahagia, takut, dan semuanya tiba-tiba semakin mendekati. aku hari ini, bukanlah aku tahun lalu. karena kini tak ada aku lagi dalam keseharianku. ia bersama menjadi kita dalam mengarungi samuderaluas penuh gelombang uji dan terpaan badai yang sewaktu-waktu datang menghadang. kita yang bersama-sama menarik ulur biduk bahtera ini menuju ujung penantian indah bernama syurga.

semoga kita selalu bersama… selamanya.

============

dan akupun kini bahagia mendengar kabar dari seorang di barat Jakarta sana sedang mempersiapkan hari bahagianya di 3 Januari nanti. Barakallahulakum.

 

 

HAVING FUN WITH THE LIEBSTER AWARD


Bismillahirrahmanirrahim…

mumpung lagi selo dan “sabtu malam” juga, saya mau mengerjakan PR dari Dhita. Sebetulnya dulu pernah dapet tugas kyk gini, tapi itu zaman baheula banget, waktu masih ada dan masih punya multiply. Sekarang udah almarhmum.

Terimakasih juga buat Dhita yang udah memberikan tugas ini, kunjungi blognya ya → masiyarahpradhitasari.wordpress.com

Niatnya emang mau nulis sekalian mumpung sekarang ini lagi ada yang kepo #nomention :p

kasihan juga dia gak bisa kepo soalnya twitter saya udah di set as private. Adil kan? Hehe

liebster-award

Apa itu Liebster Award? :

Liebster Award sendiri bertujuan untuk menjalin keakraban sesama komunitas blogger. Penghargaan ini didedikasikan kepada blog-blog yang mendukung blogger baru dengan harapan mendapatkan wawasan ke dalam komunitas blogging.

Bagaimana < Caranya? :

  1. Post award ke blog kamu
  2. Sampaikan terima kasih kepada blogger yang mengenalkan award ini & link back ke blog dia
  3. Share 11 hal tentang kamu
  4. Jawab 11 pertanyaan yang diberikan padamu
  5. Pilih 11 blogger lainnya dan berikan mereka 11 pertanyaan yang kamu inginkan

11 Hal Tentang Jupri :

1. Anak ke 2 dari 3 bersaudara. Jarak dengan kakak 3 tahun, jarak dengan adek 10 tahun. Lahir 14 Februari 1990. Biasanya temen2 di kelas banyak yg hafal. Trus ngasih hadiah deh. #ngarep

2. Suka warna biru dan cokelat. Adem liatnya. Paling jarang bahkan gak mau pakai baju warna ngejreng, merah apalagi kuning -_-

3. Mantan pemain marawis, dulu sering roadshow ke beberapa kota. Depok dan Tangsel sih Hehe… tapi semenjak pindah ke sekolah berasrama sampai sekarang gk pernah ikut lagi

4. Jadi anak rantau sejak kelas 1 SMA, tinggal di asrama yang sering dibilang penjara suci. Hidup terkekang tapi menyenangkan. Bayangpun, HP dan Laptop gak boleh terlihat berkeliaran di lingkungan sekolah dan asrama. #pfft

5. Berat saya dari semester 1 kuliah sampai sekarang stabil banget hehe… gak pindah-pindah jarum timbangannya. Pernah ditolak untuk donor darah.

6. Kepo. Katanya sih. Apalagi pernah jadi admin di 3 lembaga resmi kampus, 2 lembaga non resmi kampus, 1 organisasi mahasiswa tingkat nasional. Jadi kalau satu di block masih bisa pakai akun lain. #nomention :p

7. makanan kesukaan: gado-gado, bubur ayam, nasi uduk sambel kacang. Minuman kesukaan: jus

8. hobi baca tulisan orang terutama pengalaman-pengalaman mereka buat inspirasi. Jadi semua friend wordpress ini paling nggak sudah saya kepo-in tulisannya. 😀

9. pernah bikin nangis anak orang di kampus, skrg udah tobat 🙂

10. Prinsip: di dunia maya gak usah terlalu serius. Cukup yang di dunia nyata aja diseriusin. #eh

11. pendiam. hehe

Ini Pertanyaan dari Dhita

1. Sejak Kapan kamu ngeblog? Alasan?

Ngeblog pertama kali waktu tahun 2006. waktu itu punya akun blogspot dan blogsome. Tapi bukan blog pribadi sih. Blog Divisi Imtaq OSIS. Jadi isinya kegiatan-kegiatan kesiswaan dan artikel buletin jum’at dll. Menjelang lulus SMA baru buat wordpress, tepatnya April 2008. ini saat masa galau-galaunya anak kelas 3. masuk sekolah dari jam 7 pagi sampai maghrib selama 1 semester. Setelah itu malamnya ada tambahan kajian asrama sampai jam 9 #huft, jadi untuk mengurangi kepenata disekolah saya curi-curi waktu buat ke perpus untuk ngenet. Biasanya yang lain makan siang di kantin, saya ke perpus, karena stok komputer terbatas, jadinya harus rebutan. Masuk kampus pernah punya multiply, cuma sebentar sih krn habis itu multiply-nya dihapus dari peredaran.

Alasan ngeblog sebetulnya berawal dari hobi saya yang baca tulisan-tulisan orang. Kyknya enak banget bacanya, banyak hikmah yang bisa diambil. Oleh karena itu, saya juga pengen seperti mereka, meninggalkan jejak bermanfaat di dunia maya ini, yang bisa dibaca orang meskipun saya sudah tidak ada lagi T.T

2. Sebutkan 3 buku favorit mu?

Buku bacaan ya: waktu SMA suka baca buku karya Boim Lebom (Faris dan Haji Obet), karya-karya O.Solihin (Jangan Jadi Bebek). Itu buku ringan aja sih, fiksi. Kalau buku yang agak beratan dikit “Ketika Cinta Bertasbih.” hehe berat timbangannya.

3. Siapakah tokoh yang menginspirasi hidup mu dan sebutkan kenapa?

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kalau ‘tokoh’ zaman sekarang → murabbi pertama, dia yang menjerumuskan saya masuk sekolah berasrama.

4. Sebutkan 3 kegiatan favoritmu?

Blogwalking, Menganalisa, dan Jalan-jalan.

Blogwalking itu bukan kepo ya. Tapi lebih kepada mencari hikmah dari kisah hidup orang lain. Tentang semangat mereka. Tentang bagaimana mereka mengubah diri mereka menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

Menganalisa apapun yang ada disekitar. ini lagi-lagi bukan kepo ya. Tapi lebih kepada memperhatikan sikap dan mengambil kesimpulan kenapa orang lain bisa seperti ini dan itu. Bagaimana masa muda orang sukses itu dan apa yang biasanya dilakukan oleh orang yang luar biasa menurut saya.

Jalan-jalan. ini sebenarnya kegiatan favorit yang masih dalam cita-cita. Pengennya jalan-jalan keliling negeri sendiri. menikmati indahnya bumi pertiwi dari sabang sampai merauke.

5. Sebutkan 5 tempat yang ingin kamu kunjungi !

Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Masjidil Aqsha, Ayya Shofia, dan pengen keliling Indonesia

6. Punya profesi impian? Apa? Dan kenapa ?

Jadi ayah yang baik. Karena saya tidak ingin hanya menuntut memiliki istri yang baik dan mendampingi ibu yang baik bagi anak-anak.

Karena untuk proyek besar peradaban ini butuh kerjasama saling menguatkan dan melengkapi kekurangan.

7. Deskripsikan nama blog mu. Kenapa memilih nama tersebut dan apa maknanya?

Merangkai puzzle. Karena sejatinya hidup kita ini adalah rangkaian kisah-kisah terpisah yang pada saatnya nanti akan terangkum dalam puzzle indah yang baru akan kita sadari. Saya merasakan demikian, bahwa apa yang terjadi pada saya saat ini adalah efek dari serpihan-serpihan masa lalu yang pernah saya perbuat. Dan seperti ada rangkaian saling terhubung antar satu kejadian dengan kejadian lain dalam hidup saya yang bahkan potongan-potongan kejadian itu sempat terpisah jarak dan waktu.

8. Apa rencana jangka panjang kamu agar bermanfaat bagi banyak orang?

Ingin punya usaha sendiri. Mandiri finansial. Baik dan membaikkan. serta menjadi ‘penyuplai’ generasi terbaik di zamannya.

9. Apa surat dalam Alquran yang paling kamu sukai ?

Semua suka. Mudah-mudahan bisa dihafal juga dan diamalkan

10. Apa yang akan kamu lakukan dengan duit Rp 100.000.000,- ?

2.5% buat zakat. 5 % sedekah. 20% investasi. 30% bisnis. 42.5 % untuk pengeluaran.

11. Tuliskan 3 hal yang membuat kamu semangat menjalani hidup

cinta. harapan. dan keyakinan.

Demikian coretan malam ini,  sebetulnya ingin melanjutkan lagi. tapi kok nyari daftar blog di dashboard gak ketemu -_-.

sinyalnya sedang lelah mungkin.  yaudah gitu aja ya. Terimakasih Dhita atas lemparan tugasnya.

kalau ada yang mau dikonfirmasi via WA aja ya. cc:…….. #ahsudahlah :p

—:::—

Alhamdulillah~ selesai~

#randommalam


Bagaimana sekarang? Sudahkah terdefinisi rasa yang sedang dirasakan?

Ciawi, 18 Oktober 2014

[MMA] “Izinkan Aku Mengenalmu” bersama Ust. Bendri Jaisyurrahman


silahkan yang di jakarta dan sekitarnya 😀

izinkan aku Ok

APWA kembali mempersembahkan

Majelis Malam Ahad (MMA)

dengan Tema kali ini

IZINKAN AKU MENGENALMU

Panduan Lengkap Proses Ta’aruf

bersama

Ust. Bendri Jaisyurrahman, S.Ikom.

@ajobendri

Sabtu 11 Oktober 2014
19.30 sd 21.30 WIB

di

AQL Islamic Center

Jl. Tebet Utara 1 No.40, Jakarta Selatan
(Belakang SMPN115, SPBU Shell, Maida Resto)

Gratis & Terbuka Untuk Umum
(Laki2 & Perempuan baik belum maupun sudah menikah)

Contact Person :
Ikhwan 087880017456
Akhwat 081315019136

Info :
Website : APWAnikah.com
Like us on Facebook : fb.com/pranikahislami
Follow us on twitter : @APWAnikah

Lihat pos aslinya

#random


saya termasuk yang telat pakai WA, baru mulai pakai April 2013.. awalnya sepi bgt, karena kontak selama di kampus hilang semua. otomatis kontak yang saya punya hanya tmn2 yang saya hubungi dan menghubungi saya setelah lulus. padahal justru kontak terbanyak itu semasa di kampus. -_-

makin ke sini, grup yang ada makin banyak. entah grup angkatan, jurusan, lembaga, dan komunitas-komunitas lainnya. sebetulnya agak males dengan grup yang banyak. selain karena hp sering nge-hang dan nggak sering baca-baca isi grup pengennya left. Tapi sejauh ini saya berusaha tidak akan pernah left grup kecuali di keluarkan 🙂 karena pasti mereka yang meng-invite tujuannya baik, untuk menjaga silaturahim.

kadang ada grup yang progressif banget, baru ditinggal beberapa menit, notifnya udah ratusan. Karena setiap buka udah ganti topik, dan ini yang biasanya paling males untuk saya ikutin. *no offense* mood-moodan sih.. tergantung kondisi.

kadang kalau lagi banyak kerjaan sampe sehari gak dibuka, kadang kalau lg selo, cukup lihat notifnya aja. dan lama-lama saya juga malu kalau justru lebih sering buka wa daripada baca buku yang bermanfaat apalagi baca qur’an.

memang sih seharusnya anggap aja wa  itu sebagai hiburan. hanya senda gurau untuk sekedar melihat senyum teman2, meski hanya merupa emoticon.

dari 30 grup exist non kantor dan 3 grup kantor yang ada, paling yang sering diikutin cuma 6 grup, kalau grup kantor wajib diikutin. sisanya hanya melihat notifikasi dan percakapan yang ada dalam grup itu. bukan karena males komen yah (tapi sebenernya males juga sih). hehe

Dzulhijjah dan Amal Soleh di Dalamnya


Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”.

Jum’at besok kita akan menyambut 1 Zulhijjah 1435 H. Bulan terakhir di tahun 1435 ini. Bulan yang terdapat 10 hari istimewa  yang malam (al fajr:2) dan siangnya penuh berkah (al Hajj: 28). semoga menjadi momentum bagi kita untuk menyembelih sifat kebinatangan yang selama ini masih melekat menggerogoti amal-amal kita.

 

 

Catatan Untuk Diri Sendiri


Sekarang ini jalan satu-satunya adalah mendekat pada Allah. Meminta untuk diistiqomahkan rasa ini. Memohon ada kebaikan yang berlimpah dari tiap kesabaran yang diperjuangkan.

Mungkin apa yang kita rasakan saat ini sama; cemas, khawatir dan kumpulan-kumpulan rasa lainnya yg membuat diri tidak tenang. Saling mendo’akan agar Allah memberi kekuatan untuk menghadapi semua ini.

Catatan Untuk Diri Sendiri.

Esensi Qurban | Ustadz @bachtiarnasir


kita semua adalah sekumpulan orang-orang hina dan penuh salah di hadapan Allah ‘azza wajalla. Kita semua adalah sekumpulan orang yang memilik potensi kebinatangan diri, yang kadang menang melawan kebinatangan itu, namun kadang juga mengalami kekalahan.

lalu, predikat hamba-hamba yang terbaik kalau sudah bisa menyembelih sifat ‘kebinatangan’ yang ada dalam diri.

 

Maaf :(


Yaa Allah… maafkan hamba yang sering tdk merespon sms. Padahal itu sms penting….

maafkan hamba yaa Rabb…. :(((

T.T

*setelah ngecek inbox ternyata ada belasan sms penting yg nggak dibales…. T.T

tentang rasa


aku menyebutnya bertumbuhan. karena ia tumbuh secara tiba-tiba, dalam jumlah yang banyak.

senja.09.09.14