Arsip | menyusun puzzle RSS for this section

cukup satu minggu saja ya


kalau membaca siklus sakit saya ini kok agak beraturan ya 🙂 tiap semester dapet jatah sekali sakit. dan biasanya 1 atau dua minggu lamanya…

hhmm, semoga sakit yang sekarang cukup seminggu saja.

Allahumma adzhibil ba’tsa isyfii anta syaafi laa syifaan illa syifaa-uka syifa-an laa yughadiru saqomaa.

untuk kawan-kawan yang sudah mendoakan via sms, çok teşekkur ederım…

memutar waktu


#1 Ramadhan: Cover… ini tulisan malam pertama ramadhan, saat itu shalat tarawihnya di masjid al-khasanah, dukuh 7. berangkat bareng sama ibu dan bapak pondokan putra. 
Kenapa diberi judul cover, karena ini awal ramadhan. ya sebagai pembuka gitu. Dan juga terinspirasi dari kejadian malam itu yang berhubungan dengan sebuah pepatah "Don't Judge the book by the cover."
#2 Ramadhan: Cemburu… apa si ini? nggak banget judulnya, no comment lah. pokoknya ini ditulis di rumah pak sudar jam 11 malem. Penghuni rumah lainnya udah pada tidur.
#3 Ramadhan: Jangan sepelekan yang kecil yang ini saya inget, nulisnya sambil nonton tabligh akbar Uje di TV apa gitu (hehe ternyata lupa stasiunnya). 2 jam sebelumnya hampir aja mempermalukan diri krn ga punya duit buat bayar obat di apotek :)
#4 Ramadhan: Mughits, Barirah dan romantikanya nuansa hati malam itu, halahhhh..
#5 Ramadhan: Maaf dengan sangat… mengingat romansa waktu di IC dengan sekarang
#6 Ramadhan: Sidang… pokoknya pas hari itu sesuau banget deh, dikejar-kejar polisi untuk pertamakalinya gara-gara bablas lampu merah :)
#7 Ramadhan: Pensil Ajaib… pas nulis ini jadi teringat dengan kuliah KWN di IC
#8 Ramadhan: Pinta hamba ya Rabb…. ini pas mau ngapain ya? kok sy ada di NB???? Pagi-pagi nulisnya di dalem masjid Nurul Barokah. 
#9 Ramadhan: Pertengahan…(bag-1) wuaaaa, ternyata saya masih punya utang part ke-2 nya. kapan-kapan aja deh :)
#10 Ramadhan: dia pun terbang menemui ayahnya… inget sebuah materi agama pas semester 1 yang di ajar pak Nopri
#11 Ramadhan: Manja… habis muncul di dakwatuna.com langsung saya repost lagi tulisan ini pas subuh-subuh 
#12 Ramadhan: Witing Tresno Jalaran Soko Kulino… saat saya mulai jatuh cinta pada seisi kampung bojong, #eh salah Desa Bojong.
#13 Ramadhan: Ujian kapasitas dan kesabaran dalam menikmati setiap prosesnya… Judulnya paling panjang diantara 29 tulisan lainnya, setelah saya coba submit lagi ke dakwatuna.com akhirnya seminggu setelahnya langsung terbit. Dan ini tulisan ke-4 saya di situs itu.
#14 Ramadhan: Cuci gudang SMS part-2 pas lagi bingung mau nulis apa, soalnya habis tegang bener setelah anak-anak TPA diganggu oleh 'penghuni' kelas pas mau mabit di sekolah.
#15 Ramadhan: Putuskan dalam kondisi ruhiyah terbaik… sambil nonton bola di RS Rizki Amalia Medika nunggu teman KKN yang dirawat. Tulisan ke-5 @ dakwatuna.com
#16 Ramadhan: Dulu kita pernah melakukannya… nulisnya pagi-pagi sebelum sidang tilang.
#17 Ramadhan: Merdeka !/?… yeey tirakatan, makan gulai sapi gratis di balai desa Bojong.
#18 Ramadhan: Meminang kesabaran dan kesyukuran… ini kok sempet-sempetnya ngeblog ya, antara waktu buka dan tarawih.
#19 Ramadhan: Diam tak selamanya salah…. di saat yang lain bochu (bobo chubuh) :)
#20 Ramadhan: (Tidak) ada kesempatan kedua! Pokoknya harus diperbaiki !!!!
#21 Ramadhan: Menulis di padang ilalang.. hari itu lagi nggak sempet nulis, siangnya ada agenda pemenangan pilwali kota Jogja.
#22 Ramadhan: Bahkan… Kini lebih rasanya jauh lebih dalam hoho,, memasuki hari-hari terakhir di tempat KKN
#23 Ramadhan: Ikatan kita… Bukan sembarang ikatan tulisan perdana di fimadani.com dengan perubahan judul menjadi "Muhasabah Cinta 2 sahabat." ini nulisnya pas lagi di Perpus LPI, saat dapet jatah kultum subuh dan tarawih di masjid at-Taubah.
#24 Ramadhan: Mungkin ini yang terakhir.. hiks...hiks... speechless
#25 Ramadhan: SMS Lebaran…. pasca KKN, masih bertahan sehari dulu di asrama sebelum mudik
#26 Ramadhan: Saya pamit… :D parahhh, ni setengah jam sebelum keberangkatan bis jombo-lebak bulus masih aja memposting kartu lebaran -____-'
#27 Ramadhan: LPK horeee, hari pertama di rumah. setelah selesai dg urusan LPK
#28 Ramadhan: Mencintai Sejantan Ali nggak tau mau nulis apa, nggak ada ide, di rumah jadi nggak produktif. udah mikirin rendang sama ketupat :) jadinya cuma repost
#29 Ramadhan: Endorsement.. saya kira ini hari terakhir ramadhan, makanya dikasih judul endorsement, biar klop sama covernya. eh ternyata puasanya nambah sehari lagi.
#30 Ramadhan: A moment to remember.. hari yang mengharukan, setelah siangnya menghadiri pemakaman sang guru tercinta.


Jaket Lembaga …


Sesuai dengan namanya, mereka yang menggunakan jaket ini pasti adalah anggota lembaga yang bersangkutan, paling tidak mereka pernah terdaftar sebagai anggota lembaga tersebut. Meski tak jarang, ada beberapa orang yang hanya memesan jaket tersebut tanpa tergabung ke dalam lembaga tersebut.

Jadilah mereka disebut sebagai aktivis jaket. Aktivis yang hanya memanfaatkan jaket sebagai symbol yang dipertunjukkan kepada orang lain dan menobatkan dirinya sebagai seorang aktivis. Setiap ada penawaran jaket terbaru, langsung ia pesan tak peduli berapa harganya. Yang penting ia memiliki jaket lembaga tersebut.

Bahkan, bisa diperhatikan tiap harinya ia selalu berganti jaket, senin selasa rabu kamis jumat sabtu ahad, jaket yang dikenakannya berbeda. Maklum, banyak jaket tersimpan  dalam almarinya. Mulai dari yang warna merah kuning hijau dilangit yang biru (sesuatu banget yah warnanya :p) hilir berganti ia gunakan.

Sebenarnya tak ada larangan untuk memiliki jaket lembaga sebanyak-banyaknya. Hanya saja konsekunsi yang harus ia pegang selama memakai jaket tersebut haruslah menunjukkan identitasnya sebagai anggota lembaga yang bersangkutan. Misalnya, ia tergabung dalam anggota lembaga dakwah, mbok ya kalau sedang memakai jaket tersebut jangan ngebut-ngebutan di jalan. Apalagi kalau ada motor yang kesenggol, kan tulisan dibelakang jaket biasanya ditulis gede-gede. LEMBAGA DAKWAH X. Interaksi lawan jenisnya tidak dijaga, merasa tidak bersalah saat telat menghadiri undangan sampe ditunggu berjam-jam, lalu berdalih “afwan, ane habis ada daurah ini, syuro itu, konsoldasi anu.”  Atau, kalau sedang memakai jaket lembaga keilmuan, sadar diri lah jangan sampai telat masuk kelas, atau contek-contekan di kelas. Malu ah…

Satu hal yang mungkin akan orang lihat dari penampilan kita adalah mereka akan memberi perhatian lebih dan juga menimbulkan ekspektasi berlebih atas segala tindakan yang kita lakukan. So, manfaatkan jaket lembaga untuk SYIAR KETELADANAN bukan sekedar pamer banyaknya lembaga yang diikuti. 

 

#06.00, 27 September 2011

Blimbingsari, Yogyakarta

Saya pun (bisa) kecewa…


Berada di sebuah lembaga yang belum stabil memang membutuhkan kestabilan emosi. Menjadi bagian dari komunitas yang sensitif juga membutuhkan kehati-hatian dalam bersikap. 

Karena diantara kita banyak kepentingan, banyak harapan dan juga pasti akan banyak friksi-friksi kemanjaan usia mahasiswa. Akan banyak prasangka bila tak ditabayyunkan telebih dahulu. Akan banyak kecewa bila merasa diri sendiri paling capek dan paling banyak kerja. Akan banyak kemalasan, bila sang merpati takkan pernah mau menjejaki bumi. 

Saya juga tak mengerti kenapa di lembaga ini mudah sekali muncul friksi-friksi kemanjaan. Meski demikian, saya tetap menganggapnya sebagai bagian yang memang semestinya ada dalam perjalanan lembaga ini. 

Bolehlah di luar sana, mungkin di belakang, mungkin lewat sms-sms, mungkin lewat chat, mungkin lewat fb atau telpon-telponan ada prasangka-prasangka yang muncul. Tapi saya juga ingin menyampaikan bahwa;

1. Saya kecewa jika ada yang diberi amanah (dan sudah diringankan) ternyata tidak menjalankan amanahnya dengan alasan ada amanah lain yang lebih penting.

2. Saya kecewa bila ada yang diminta untuk melakukan hal yang sangat mudah dan ringan, lalu menolaknya. Bukan sekedar menolak tapi diiringi alasan-alasan yang merendahkan.

3. Saya kecewa bila ada yang diminta untuk melakukan pekerjaan ‘anak SD’ lalu berkata: “suruh si anu saja, minta ke si ini saja”

Sudah,… kecewa saya cukup pada 3 point di atas. Tak perlulah kecewa banyak-banyak pada manusia. Karena manusia memang tak ada yang sempurna, pasti ada banyak kekurangannya. Dan termasuk saya juga banyak kekurangannya. selebihnya,, saya bangga pada kalian.. Dan kebanggaan itu bisa jadi melebihi tiga point di atas. 

Satu hal lagi, kalau ingin menjadi orang besar jangan sepelekan hal-hal yang kecil. Jangan remehkan hal-hal sepele. 

insya Allah..


Madiun, daerah paling timur yang sudah ku tempuh. 

Pekanbaru, daerah paling barat yang juga sudah ku tempuh.

Ah, masih terlalu sempit dunia yang ku jejaki. 

Padahal bumiNya terhampar luas menyajikan eksotika penuh kekaguman. 

Do’akan ya kawan, insya Allah Oktober tahun depan, bila tidak ada halangan saya akan menjejakkan kaki di belahan bumi sebelah barat. Perpaduan antara barat dan timur. antara modernitas dan budaya lokal. antara eropa dan asia. antara sejarah dan masa depan kegemilangan.

Ya ALLAH permudahkanlah urusan kami, berikanlah kekuatan iman dan dorongan kepada kami, sesungguhnya kami dalam perjalanan mencari sebuah kehidupan yang lebih hakiki… Amin

nikmatNya yang manakah yang kan saya dustakan????


Insan Madani—–Insan Cendekia—-Lembaga Pendidikan Insani—-Indonesia Profesional Foundation……

 

#ya begitulah cara Allah menjaga saya. Maka,,,, nikmatNya yang manakah yang kan saya dustakan???? Takkan dan tak boleh ada!

Ketenangan…


saat sunyi tanpa sms-sms syuro yang masuk, itukah ketenangan?

saat hampa ruang-ruang waktu tanpa syuro yang terhampar, itukah ketenangan?

saat tak ada umpatan cibiran dan makian, itukah ketenangan?

ternyata BUKAN….

Ketenangan ada saat  kita benar-benar bisa membuat orang lain bahagia, saat kita bisa menjadi peneduh bagi jiwa-jiwa mereka yang gersang, saat kita bisa mengalirkan angin semangat perubahan menuju arah perbaikan.

Bayang-bayang motivasi….


kita memang butuh motivasi, tapi kalau motivasi yg cenderung MENUNTUT, harus gini-harus gitu, maka yg ada bukan malah semangat. Melainkan TERTEKAN. Ibarat cahaya yang fungsinya untuk menerangi, tapi karena sudut arah sinarnya tidak pas, akan terhalang benda lain. Sehingga yg terjadi bukannya tambah terang, justru akan menimbulkan bayangan yang hitam kelam….

 

*nasehat itu bukan sekedar benar isinya saja, akan tetapi benar waktu dan benar cara penyampaiannya.

evaluasi


Mungkin ada yang salah,
Ah bahkan bukan sekedar mungkin, tapi memang pasti ada yang salah.

Kadang memang tidak terpikir,
Ah bahkan bukan sekedar kadang, tapi memang tidak pernah terpikir sama sekali.

Ada yang salah, ada yang tidak pernah terpikirkan, ada banyak yang harus diperbaiki, dikoreksi, dievaluasi, dinstrospeksi dan di-muhasabah-i.

*harusterusmengevaluasidirimenyambutramadhanini*

Biarlah hanya Allah yang tahu do’a-do’a kita…


engkau pasti sering mendengar bahwa do’a seseorang kepada saudaranya dibelahan bumi lain akan lebih mustajab bila dilakukan tanpa sepengetahuannya…

engkau pasti sering membaca itu, mengucapkannya pada orang lain dan mendengarnya dalam forum-forum rutinmu…

engkau pasti lebih paham dariku. Dan aku hanya berpesan, tetaplah berdo’a untukku dalam sunyimu, pun begitu juga aku akan tetap berdo’a dalam sunyiku. Biarlah hanya Allah yang tahu do’a-do’a kita……

 

merah jambu untuk pertiwi


Tatkala MERAHnya tak lagi menyala dan PUTIHnya tak lagi berkilau, paling tidak perpaduan keduanya bisa menghadirkan warna CINTA, MERAH JAMBU di hati semua rakyatnya. Cinta pada pemimpinnya, cinta pada negerinya dan cinta pada Tuhannya.

Negeri ini butuh cinta. Bukan cinta pemanis dibibir saja. Bukan gombalan janji-janji yang tak kunjung tertunaikan. Bukan pula debat-debat panjang tanpa ada aksi nyata dilapangan. Dan pertiwipun semakin menangis, melihat ibunya yang sudah renta dan teronggok tak berdaya. “Apa salah ibuku?”

350 tahun lebih ibuku dihina, diinjak-injak, dan dipermainkan bangsa-bangsa tak berkeprimanusiaan. Perih, sakit tak berdaya menahan siksaan-siksaan bertubi-tubi bertahun-tahun.

Bahkan, baru sebentar saja ibuku terbebas dari siksaan itu, datang lagi penindasan dari bangsa diujung timur bumi ini. Ah, bosan rasanya ibu pertiwi selalu tersiksa.

66 tahun katanya ibu pertiwi bebas dari siksaa, tapi kini ia semakin renta. Ia belum bisa merasakan indahnya hidup aman dan damai, indahnya hidup dalam keadilan dan kesejahteraan.

Dan kini, potret ibu pertiwi semakin renta, ia semakin renta. Pertiwi pun semakin menangis, tak tahu apalagi yang harus diperbuatnya.

Korupsi merajalela, narkoba mengantu generasi muda, seks bebas menjadi candu remaja, kemiskinan dimana-mana, kelaparan membunuh bayi-bayi yang papa, dan masih banyak lagi potret ibu pertiwi sekarang ini.

Namun, bila masih ada cinta, potret buram itu akan tergantikan dengan senyum simpul sang peritiwi yang akan menjaga ibunya, cinta itu pula yang akan menguatkan pertiwi untuk tetap berjuang agar ibunya juga bisa melukiskan senyum indah di bagi anak-anaknya…..

Tatkala MERAHnya tak lagi menyala dan PUTIHnya tak lagi berkilau, paling tidak perpaduan keduanya bisa menghadirkan warna CINTA, MERAH JAMBU di hati semua rakyatnya. Cinta pada pemimpinnya, cinta pada negerinya dan cinta pada Tuhannya.

blogwalking…


malam ke-17 kkn, nggak ada kerjaan dan kebetulan ada modem nganggur (*pinjem dulu ya ms wahyu :D) ,berikut ini blog2 yg jadi bacaan sy malam ini 🙂

 

Langkahku terhenti… Bukan b’arti mati… tapi aku bersiap tuk kembai… mewujudkan mimipi… tuk menjadi sesuatu yang kan terjadi… (http://aamawardhi.blogspot.com/)

 

Karena setiap loncatan besar, berawal dari langkah kecil.. (http://yuanapurnama.wordpress.com/)

 

Hidup di atas pentas pelataran fana ini hanyalah untuk mengarungi dua buah pilihan. Menjadi seorang idealis, atau pecundang kolot. Dan aku telah tetapkan pilihanku. Idealis. Ya, inilah pilihanku. (http://asfarid.blogspot.com/)

 

“Janganlah engkau jadikan hatimu seperti busa dalam hal menampung syubhat-syubhat, maka busa tersebut menyerapnya sehingga yang keluar dari busa tadi adalah syubhat-syubhat yang diserapnya tadi, tetapi jadikanlah hatimu itu seperti kaca yang kokoh dan rapat sehingga syubhat-syubhat tersebut hanya lewat di depannya dan tidak menempel di kaca. Kaca tadi memandang syubhat-syubhat tersebut dengan kejernihannya dan menolaknya dengan sebab kekokohan kaca tersebut. karena kalau tidak demikian, apabila hatimu menyerap setiap syubhat yang datang kepadanya, maka hati tersebut akan menjadi tempat tinggal bagi segala syubhat.” (http://arifdjuwarno.wordpress.com/)

 

Wanita dari Venus dan pria dari Mars seringkali menjadi simbol perbedaan kedua gender. Pria, seringkali memperlihatkan rasa tidak setuju dengan diam. Sebaliknya, wanita terkadang terlalu mengumbar cerita. Bila terjadi berulang kali. pria bisa jadi kehilangan rasa atau ilfil pada wanita. Meskipun seringkali tak mengungkapkannya, ada beberapa hal yang tidak disukai pria dari seorang wanita. (http://alivealone.wordpress.com/)

 

Sesungguhnya kesuksesan itu adalah hak setiap orang. Tetapi ada suatu hal yang menghambat kesuksesan, yaitu iri/dengki terhadap kesuksesan yang dimiliki orang lain. (http://hidatte.wordpress.com/)

 

Allah punya skenario yang unik untuk hamba-hambaNya… (http://tettyharahap.wordpress.com)

 

Nikmati saja apa yang ada saat ini.. Berusaha membuat kenangan indah dalam setiap aktivitas. Hingga kanvas hidup menjadi kaya akan warna. Tapi,,tetap saja jangan lupa minta maaf… (http://dimasagil.wordpress.com)

 

whuaaa,,udah dulu ya, udah malem……

Jarak antara kita


kita memang harus berjarak,,, seperti dua buah kata yang baru akan memberi makna bila ada spasi diantara keduanya

 

Putuskan dalam kondisi ruhiyah terbaik


Putuskan dalam keadaan ruhiyah terbaik

Antara emosi dan nurani. Kadang kejernihan berpikir seseorang dipengaruhi oleh kondisi hatinya. Apakah kala itu sedang emosi atakukah memang benar-benar keputusannya itu berdasarkan nurani. Nurani yang mambu menembus segala sekat-sekat kerancuan persespi manusia.

Benar kata ustadz Salim, “Adakah yang lebih bening dari suara hati, kala ia menegur kita tanpa suara. Adakah yang lebih jujur dari nurani, saat ia menyadarkan kita tanpa kata-kata. Adakah yang lebih tajam dari mata hati, ketika ia menghentak kita dari beragam kesalahan dan alpa.”

Hari demi hari hidup pasti tidak akan luput dari masalah, entah itu masalah yang kecil ataupun yang besar. Tingkat antisipasi dan kejernihan berpikir serta kelugasan dalam bertindak juga berbeda. Kadang ada masalah besar yang bagi orang lain itu merupakan masalah kecil. Kadang juga ada masalah kecil yang efeknya dirasakan besar oleh orang lain. Tentunya hal tersebut merupakan efek dari kedewasaan berpikir seseorang. Dewasa itu bukan hanya dilihat dari sisi usia saja, akan tetapi bagaimana persepsi dan cara pandang manusia terhadap hidup dan kehidupan ini juga mempengaruhi seberapa jauh ia mampu mengatasi permasalahan tersebut.

Adakalanya keputusan-keputusan yang cepat dibutuhkan untuk menanggulangi efek dari masalah yang menimpa kita. Namun, cepat saja ternyata tidak cukup, harus ada ketepatan prioritas penyelesaian masalah tersebut. Ada seorang sahabat yang pernah berkata kepada saya, kalau kita diminta untuk memilih antara dua pilihan dalam menyelesaikan masalah, apakah diselesaikan dengan cepat atau tepat, ia akan memilih menyelesaikan dengan cepat. Kenapa??? Karena jika solusi yang ia hadirkan belum tepat, ia masih memiliki waktu untuk memperbaikinya dan mencari solusi lain atas permasalahan tersebut.

Lalu, seberapa tepatkah langkah kita dalam mengambil keputusan? Bisa jadi apa yang kita anggap benar dan tepat itu ternyata berdampak buruk dikemudian hari bahkan akan menambah masalah-masalah sampingan berikutnya.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amatburuk bagimu..” (Al-Baqarah:216)

Sebaik-baik keputusan adalah keputusan yang diambil saat kondisi ruhiyah kita berada pada posisi terbaik. Dengan amalan-amalan istimewa dan senantiasa men-tarbiyah ruhani, jasadi dan fikriyah secara kontinyu, insya Allah itulah kondisi dimana ruhiyah kita berada pada posisi terbaik. Saat semua amalan dilaksanakan dengan ikhlas, saat tidak ada maksiat yang kita lakukan, saat tidak ada tanggungan masalah akibat perbuatan buruk kita pada orang lain, saat tidak ada orang yang merasa kecewa atas janji-janji kita, saat shalat dhuha menjadi amalan rutin pagi hari, saat zikir-zikir pagi dan petang senantiasa membasahi bibir kita, saat tidak ada waktu sholat yang kita abaikan, saat tak ada orang yang terzhalimi akibatt lisan dan perbuatan kita, saat taka da rasa iri dengki yang menjadi karat-karat hati, saat qiyamullail menjadi penghangat malam-malam dingin kita, saat lantunan ayat-ayat suci menjadi peneduh hati nan menentramkan, saat itulah dimana kondisi ruhiyah kita berada pada kondisi terbaik.

Saat kondisi ruhiyah kita berada pada kondisi terbaik, insya Allah segala keputusan yang kita ambil merupakan keputusan yang terbaik.

Saat saya harus segera memberi jawaban atas sebuah permintaan, sayapun merasa takut, kalau keputusan yang saya ambil bukan keputusan terbaik saat ini, karena masih ada karat-karat dosa yang menempel di hati. Bukan saat ini…… Ada saatnya nanti sambil kita memperbaiki diri…. Membersihkan karat-karat hati, menjadi yang istimewa di hadapan-Nya.

Permata yang dicari


Di masa tak menentu ini, masa dimana hanya Engkau yang tahu akhir dari segalanya. Aku bermohon pada MU yan Rabb, berikan petunjukMU, sayangMU dan kekuatan padaku untuk menjalani masa-masa ketidakpastian ini, yang aku sendiri belum tahu apakah Engkau akan mempertemukan permata yang pernah hilang itu. Aku serahkan padaMU ya Allah.

Pertemuan kita di suatu hari

Menitikan ukhuwah yang sejati Bersyukur ku ke hadirat Ilahi

Di atas jalinan yang suci

Namun kini perpisahan yang terjadi

Dugaan yang menimpa diri

Bersamalah di atas suratan

Kau tetap pergi jua

Kan kuutuskan salam ingatanku

Dalam do’a kudusku sepanjang waktu

Ya Allah bantulah hambaMU

Mencari hidayah dari padaMU

Dalam mendidikkan kesabaranku

Ya Allah Tabahkan hati hambaMU

Di atas perpisahan ini Teman.. betapa pilunya hati menghadapi perpisahan ini. Pahit manis perjuangan telah kita rasa bersama Semoga Allah meridhoi persahabatan & perpisahan ini Teruskan perjuangan! Senyuman yang tersirat di bibirmu Menjadi ingatan setiap waktu Tanda kemesraan bersimpul padu Kenangku di dalam do’amu Semoga..Tuhan memberkatimu

Dakwah adalah cinta


Mau jadi apa dakwah kita ini jika semakin banyak kader yang masuk dalam barisan ini karena keuntungan duniawi yang diperoleh. Ketika mereka sudah masuk dalam satu barisan dakwah ini, masih ada keinginan di hati untuk menikmati fasilitas itu dan ketika tidak sesuai dengan yang diharapkan malah kecewa dan akhirnya keluar. keluar pergi meninggalkan dakwah…

Dakwah tak pernah menjanjikan jabatan tinggi, harta melimpah, posisi terhormat dimata manusia. Mereka yang hanya menantikan keuntungan-keuntungan duniawi saja, takkan pernah bisa mencintai dakwah sepenuhnya.

Terkadang buah keberhasilan dakwah memang tidak bisa dilihat secara instant, bahkan dakwah ini akan diberi ganjaran sesuatu yang tak terlihat oleh mata, tak terbayangkan oleh pikiran dan tak tersentuh oleh raga manusia. Surga, tempat tujuan akhir manusia yang menjadi penggerak dakwah ilallah adalah sesuatu yang dijanjikan bagi mereka yang tetap istiqomah memperjuangkan kalimat-nya di muka bumi. Cerita-cerita tentang kenikmatan surga, gambaran-gambaran keindahan surge hanya bisa dirasakan, diresapi dan dinikmati oleh mereka yang benar-benar mencintai dakwah, mencintai sebab pertama mereka melakukan dakwah, yaitu Allah ‘Azza wa Jalla.

Rahmat, barakah, pahala, hidayah atau apapun yang merupakan konsekuensi logis dari kebermanfaatan dakwah merupaka sesuatu yang tak terjangkau penglihatan manusia. Mereka yang tak mencintai dakwah ini tak begitu tahu manfaat-manfaat itu kalau hanya sebatas cerita.

Oleh karena dakwah aalah cinta itu sendiri. Dan cinta akan meminta segalanya darimu. Pengorbananmu, jerih payahmu, ucur keringat dan tetes darahmu akan menjadi saksi di hari akhir nanti bahwa memang dakwah ini hanya bisa dijalankan oleh orang-oranng yang benar-benar ikhlas dan mencintai dakwah, bukan menjadi penikmat keuntungan dakwah.Bukan mencari jabatan lewat dakwah, bukan mencari harta lewat dakwah, bukan mencari pasangan lewat dakwah..

0rang-0rang tua…


Peganglah perkataan orang-orang tua. Meski mereka mungkin sedikit kehilangan tingkat analisisnya karena usianya, namun mata mereka sudah banyak menyaksikan ragam peristiwa dengan berbagai sudut pandang dan pelajaran. Juga, telinga mereka telah menerima informasi lebih banyak dari orang lain.

susah mendefinisikan mana 0rang-orang tua atau anak muda yang sebijak orang-orang tua, atauu bahkan orang-orang tua yang masih semanja anak muda. karena tidak ada patokan umur yang pasti untuk membedakan keduanya.

kadang, justru mereka yang secara usia lebih muda, cara berpikirnya lebih dewasa dan lebih bijak ketimbang para orang-orang tua.

siapakah para orang-orang tua? ah saya juga tak tahu siapa mereka, mungkin saya, mungkin anda, mungkin mereka…..

*yang pasti saya gak mau di sebut “pak” sekarang ini…. -.-‘

bla…bla…bla…


“Temans, besok sore tolong diagendakan untuk kita kumpul FULL tim KKN bla-bla-bla….”

“Jup, penelitian tentang bla-bla-bla kapan mau dianjutin…?”

“Mengundang antum dalam daurah bla-bla-bla,……… siapkan diri dan semangat antum”

“Akhy-Ukhty, syuro RO bla-bla-bla kembali menyapa, kita kumpul lagi yuk besok di bla-bla-bla…”

“Jup, kapan nih qt mau nggarap presentasi DinSis bla-bla-bla ?”

“Jup, udah dapet kelompok K.O blm?, ada tugas perancangan yg harus dikumpul seminggu lagi…”

“Teman-teman, besok qt lanjutkan program PKM bla-bla-bla qt, ingat bentar lagi Monev…”

“Ikhwah fillah, mohon kehadiran antum dalam syuro pekanan bla-bla-bla….”

“Reminder: Forga bla-bla-bla, siapkan kado terbaik antum..”

“Mas, ini seminar bla-bla-bla masih kekurangan dana, antum bisa tlg mencarikan dana g?”

“Jup, selasa besok ada guru-guru  mau datang ke jogja, tg disiapkan ikatan alumni bla-bla-bla.”

“Mas jup, kapan nih kita mau ngerjain tugas K.E., bla-bla-bla ntar malem bisa g?”

“Jupe, ahad sore kita ngambil gambar tugu bla-bla-bla ya, inget lho 2 pekan lagi, analisis ukuran tugu harus sudah selesai.”

“Akhy, draft bla-bla-bla sudah ane kirimkan ke email antm, kalau bisa pecan depan sudah selesai semua prokernya ya,  nanti pas rakornas di Riau sudah bisa antum presentasikan…..”

“Temen2 rumpun, ada tugas bwt antm untuk mewawancarai bla-bla-bla,,,,, rentang waktunya Cuma senin-rabu besok ya.”

“Akh, ane lagi futur nih, antum aja yang nge-handle tugas2 bla-bla-bla  ane sementara…”

“Teman-teman kelompok sinergi, pekan depan sudah presentasi akhir perancangan bla-bla-bla, silahkan selesaikan pembagian tugas yg kemarin sudah dibagikan.”

“Pak, si anu sedang ada masalah bla-bla-bla dengan si ini… tolong dibantu yak…”

“Rekan-rekan pemandu, tlg dikondisikan kelompok bla-bla-bla antum, paling tidak sebelum upgrading pekan ini sudah ketemuan dengan mereka.”

“Besok, qt bisa rapat membahas ini itu ga……??”

“Besok qt bisa ngerjain itu ga??”

“Besok qt bisa ketemuan ga??”

“Besok qt bisa rapat anu ga??”

“Besok bisa menyelesaikan PR itu ga??”

Dimana? Kapan? Apa? Bagaimana? Siapa?kenapa?

“Pak, mas, Jup, akhy,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,”

MANA KOMITMEN ANTUM???

Tidak terlalu bermasalah seandainya sms-sms tersebut datang diwaktu yang tidak bersamaan, tapi apa jadinya kalau dalam sehari sms tersebut datang silih berganti memenuhi inbox…..

Saya mungkin tidak terlalu berharap agar tugas-tugas tersebut dihilangkan atau dimaklumkan, akan tetapi yang saya butuhkan adalah pengertian, bahwa saya juga butuh waktu untuk menyelesaikannya…

Ya Rabb,ajari  aku tersenyum meski pundak ini memikul beban,ajari aku berlapang dada meski banyak hal menyesakkan jiwa, ajari aku memaafkan meski banyak kesalahan dilakukan,ajari aku ttp rendah hati agar slalu bersyukur,anugerahkn kepadaku kenikmatan & kekhusyuan dlm bribadah kepadaMu… Aamiin…

terkadang tak harus dipaksakan…


Terkadang keputusan-keputusan besar itu tak harus dipaksakan dengan logika-logika terbatas dalam diri. Sebab yang dibutuhkan adalah besarnya keyakinan kita pada Rabb…..

Terkadang membangun iman tak harus dipaksakan dengan suasana hati. Sebab yang dutuhkan adalah amal yang tak henti di simpang masa…..

Terkadang setiap letihnya perjuangan tak harus diekspresikan dengan raga yang lemah. Sebab yang dibutuhkan adalah jiwa kokoh yang selalu menopang raga…..

Terkadang setiap masalah yang dihadapi tak harus dipaksakan dengan solusi manusiawi yang penuh keterbatasan. Sebab yang dibutuhkan adalah kerendahan hati dalam ikhtiar langit di hening malam…..

Terkadang Allah mendidik hambaNya dengan cara-cara unik yyang sulit dijangkau akal dan pikiran. Sebab yang dibuthkan adalah hanya berbaik sangkai padaNya dalam balutan keikhlasan…..

_teguran dari saudara seiman di pagi hari_

Ummat ini sedang diuji…


Ummat ini sedang diuji

Ada rasa gelisah, galau atau apapun lah namanya yang menggelayuti pikiran dan hati akhir-akhir ini. Rentetan peristiwa menyedihkan dan mengikis harapan bertubi-tubi menerpa ummat ini. 

Mulai dari tuduhan teroris, ummat yang radikal, ummat yang intoleran, sampai berbagai hinaan ditujukan kepada tokoh-tokoh Islam.

Ada ustadz yang karena poligami, lalu dicerca habis-habisan. Fotonya tersebar dimana-mana. Gosip gunjingan dan cemoohan tak henti-hentinya mengalir dari mulut masyarakat kita sendiri, bukan dari siapa-siapa, bahkan dari ummat ini sendiri.

Ada politisi muslim yang berbuat khilaf lalu masyarakat mengubur dalam-dalam kontribusinya untuk negeri ini, hingga terasa tak berbekas sama sekali. Lalu menganggap semua politisi itu kotor, taka da yang layak untuk dipercaya.

Ada lagi isu pembubaran rohis, yang diduga jadi sarana pembinaan teroris.  Rohis dianggap menanamkan nilai-nilai intoleran. Rohis dianggap sarang pembibitan gerakan radikal, dan pada akhirnya proses pengkaderan generasi muslim akan terus diobok-obok, dirusak hingga generasi ini rusak.

Ada pula film-film propaganda ummat Islam, yang membuat ummat ini marah, betapa kejamnya si sutradara yang mengaku muslim itu menggambarkan Islam dengan sangat egois. Menghina ummatnya sendiri.

Belum selesai booming film pertama, muncul lagi film kedua. Tentang sosok pimpinan ormas Islam yang katanya berjiwa pluralis. Sosok yang begitu dielu-elukan karena pemikirannya yang menganggap semua agama itu sama.

Tak cukup lewat film pluralisme, ummat ini juga diserang lewat film-film porno. Begitu gampangnya rumah-rumah produksi mendatangkan artis-artis biadab itu menghiasi layar lebar Indonesia.

NII, satu bahan ejekan lagi bagi ummat ini. Yang pada akhirnya akan menimbulkan persepsi dalam masyarakat bahwa Islam itu kejam, Islam itu agama yang menghalakan segala cara untuk merampas harta orang lain yang kafir.

Para orang tuapun semakin takut, bila anak-anaknya ikut organisasi keagamaa, takut bergabung dengan organisasi yang mengajarkan terorisme, takut bergabung dengan NII, takut bergabung dengan rohis yang katanya radikal. Tapi disisi lain, para orang tua dengan nyamannya membiarkan anak-anak mereka pergi ke tempat-tempat hiburan, pergi dengan teman yang bukan muhrimnya. Orang tua dengan bangganya ketika melihat kelakuan anaknya seperti artis. Hobi hura-hura, suka gonta-ganti pasangan, hamil di luar nikah. Jauh dari agama. Karena agama dianggap sumber masalah.

Ya Allah, ummat ini sedang Engkau uji.

Tapi hamba yakin, Engkau sedang memilih siapa yang Engkau kehendaki untuk memperbaiki ummat ini.

Engkau pasti punya rencana terbaik bagi hamba-hambaMu yang tetap berjuang di jalanMu.

Engkau pasti saying pada kami, yang istiqomah menghamba padaMu.

Wa makaruu Wa makarallah, Wallahu khairul maakiiriin….

Aku yakin, sehebat apapun propaganda musuh-musuh Islam, secanggih apapun strategi mereka. Tapi kehendakMu lah yang paling sempurna. Yang bisa mengalahkan segala tipu daya mereka.

Kuatkanlah hamba, kuatkanlah ummat ini. Dalam menghadapi ujian yang menimpa.

Berikan kami kekuatan untuk bisa bersabar dan berjuang memperbaiki ummat ini.

Aamiin ya Rabb……