Arsip | Catatan Harian RSS for this section

Terimakasih sudah menjaganya…


Terimakasih sudah menerimanya… Terimakasih sudah bersedia menjaganya… dan Terimakasih atas kepercayaannya.

senantiasa melangitkan do’a-do’a agar berkahNya menaungi kita semua.

 

Banjarmasin.29.10.14

 

 

 

dua kemungkinan


Lagi males nulis, kemungkinan cuma dua.

memang lagi males beneran atau pesan nya sudah tersampaikan lewat media lain? #eh

hening malam


Juli. Lalu. Permulaan

Oktober. Kini. Pertengahan.

hati yang sama. jarak yang sama. namun rasa yang sudah jauh berbeda.

#randompuzzle


puzzle

mungkin engkau adalah jawaban…. atas do’a-do’a yang entah sudah berapa kali aku merapalkannya.

setiap puzzle hidup yang kita alami pasti ada sambung-menyambung dan saling terkait. saling berhubungan dan membentuk lukisan utuh gambar yang indah. entah baru kita sadari beberapa waktu yang akan datang, atau dalam waktu yang cukup singkat.

kadang kita merasa puzzle-puzzle yang bertemu tidak pas, tidak mempertemukan gari singgung yang cocok, dan berbeda 180 derajat dengan pasangan puzzle yang ada. namun, begitulah puzzle. dia unik, rumit namun bila sudah kait-mengkait akan saling terikat dan tak mudah berhamburan. bayangkan, bila semua sisinya rata. persegi. sekali senggol susunan gabungan kotak itu akan langsung berantakan.

dan, saat dua potongan puzzle itu menyatu. tak henti sampai disitu saja. ia harus terus menerus menyambung semua sisinya agar terkait dengan puzzle-puzzle yang lainnya. karena ada sebuah gambar indah yang akan diwujudkan bersama. tak cukup sampai dua puzzle itu bertemu, karena itu baru permulaan saja.

 

 

#random


kadang memang harus ada jarak, agar kita saling menjaga bila saatnya sudah mendekat.

kadang memang harus ada kesunyian, agar kita tahu bahwa saling sapa itu menenangkan.

kadang memang harus menunggu, agar kita yakin betapa cinta itu tak berbatas waktu.

kadang memang harus ada jeda, agar kita bisa memaknai ini semua.

 

===============================================

coretan usang, maaf nyampah di blog -_-

 

 

 

rindu kampung


kadang, kita merasa kuat dan betah merantau jauh dari kampung halaman. kadang kita ingin mencari dunia baru dengan segudang tantangan. kadang kita merasakan merantau itu enak, cari pengalaman belajar hidup dalam kemandirian.

 

namun……

 

kadang, ada rindu untuk kembali. ada ingin untuk segera mengakhiri, ada harap menghabiskan sesisa waktu di kampung sendiri,

 

sudah hampir 10 tahun tak pernah merayakan idul adha di kampung sendiri. T.T

 

menunggu dua purnama


malam ini menatap langit.. bulan sabit, meski hanya seperempat utuhnya, namun tetap terang.

dan akupun berkata padanya:

“aku menunggu dua purnama mu, bersabarlah.”

Banjarmasin. 30 September 2014

 

Berkah waktu


Bukan amanah yang dikurangi, tapi pengorbanan yang ditingkatkan.

Apa yang dimaksud dengan berkah waktu? bisa melakukan banyak hal dalam waktu sedikit, itulah berkah waktu. Dengan alQur’an membuat kita mudah mengefektifkan waktu. Bukan kita yang mengatur waktu, melainkan Allah.

Padahal teorinya orang yang yang membaca alQur’an menghabiskan banyak waktu dan mengurangi jatah aktivitas lain. Tapi Allah yang membuat waktu menjadi berkah, hingga menjadi begitu efektif. Dan Allah akan mencurahkan banyak berkah kebaikan pada kita karena alQur’an.

Majalah Pondok Qur’an

cinta dan rindu


cinta bisa melahirkan ketenangan, namun rindu kadang menimbulkan kecemasan.

sebab rindu dalam cinta adalah sekumpulan rasa cemas yang dipagari oleh untaian do’a-do’a.

 

Rindu kepada orang tercinta setelah perjumpaan akan lebih bertambah. Sebab, kerinduan yang pertama hanyalah sekedar berita dan tak nyata (terselubung). Namun ketika telah nyata dan terealisasi, melihat betapa indah dan agungnya yang dicinta, maka bertambahlah kerinduan mereka kepadanya karena telah bersamanya. #Tarbawi302

keranda di persimpangan akhir


subuh tadi, ketika melewati rumah-rumah warga, ada satu pemandangan yang membuat bulu kuduk saya merinding. seperangkat keranda jenazah teronggok di depan rumah warga, persis di pinggir jalan. merinding bukan karena iseng  suasana masih gelap dan sepi, tapi bertanya-tanya: “untuk siapakah keranda itu?”

pada suatu hari nanti, bahkan mungkin amat dekat, keranda itu pasti akan digunakan untuk mengantar seorang manusia menuju tempat peristirahatan terakhirnya. bisa mereka yang berusia senja, atau bahkan anak muda seperti saya ini. karena kematian tak mengenal usia ketika menghampiri. ada waktu yang berbatas pada masa kita singgah di dunia.

ketika persinggahan itu hanya sementara, lalu kenapa saya dan banyak manusia ini sering terperdaya dunia, terlena dengan segala kenikmatan fananya. pun seharusnya saya menyadari bahwa tak lama lagi harus segera meninggalkan tempat ini. berusaha menjadi penyintas yang baik dalam gubuk persinggahan bernama dunia. berharap semoga masih ada waktu yang tersisa untuk memperbaiki khilaf yang selama ini sering dilakukan. berharap ada jalan hidayah dalam menapaki sesisa waktu yang ada ada, agar tak seperti ‘butiran debu’-nya Rija Abbas: “aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang.”

kembali pulang. mempertanggung jawabkan apa yang sudah kita perbuat. meninggalkan banyak catatan, entah kebaikan atau keburukan. di sisa waktu ini masih ada kesempatan untuk mempersembahkan yang terbaik. gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan kebaikan-kebaikan yang terus mengalir. Sudahkah kita mempersiapkan itu semuanya?

15.09.14

 

 

Karunia rasa


Jika hati adalah semacam media perekam, maka di sanalah tersimpan berbagai relasi sosial. Kita sering menyebutnya sebagai kenangan, yakni gambaran suasana di masa yang telah berjalan, berapapun batas waktunya.

Begitu banyak karunia rasa ditanam Allah SWT dalam diri manusia sebagai bukti sempurnanya kita diciptakan; yang dengannya kehidupan ini terasa selalu menghadirkan sensasi dan menjadi lebih indah; yang dengannya jiwa kita selalu menemukan semangatnya untuk menjalani kehidupan, termotivasi melakukan yang terbaik, bergerak dan berbuat yang maksimal untuk berbagai macam tujuan.


Salah satu karunia itu rasa rindu. Ya, rasa rindu; sebuah rasa yang menurut ulama merupakan turunan dari rasa cinta. Seperti Imam Al Ghazali rahimahullah yang menjelaskan, “Sesungguhnya cinta kepada Allah adalah batas tertinggi dari tempat berdiri dan puncak tertinggi dari derajat. Tidak ada kedudukan setelah cinta sekedar buah dari buah-buahnya, dan turunan dari turunan-turunannya, seperti rindu, rasa senang dan ridha.”

#Tarbawi302

Agar Allah Ridho ~


sebuah nasihat dari guru kami:

“…lebih dekatkan diri kepadaNya, agar Allah ridho dengan semua ini.”

 

kita berharap ada kebaikan yang terus mengalir. karena hari-hari ke depan mungkin akan terasa lebih berat.

Ya Rabb… jagalah kami untuk senantiasa beradaada dalam lindungan dan kasihsayangMu.

Hari Permohonan…


memohon hanya kepadaNya…
berharap juga hanya kepadaNya…

meminta agar dimudahkan segala urusan (kebaikan) nya…
dan dilancarkan segala ikhtiarnya…

agar kebaikan itu menjadi berkah…
semakin indah dengan hikmah yang bertambah-tambah.

lalu, bila tiap hari sudah memiliki nama masing-masing. bolehkah aku mengganti nama hari itu menjadi “hari permohonan”? untuk kali ini saja.

Bogor, 27 Agustus 2014

Tak lebih dari satu purnama…


waktu yang terus berjalan akan terasa singkat ataupun lambat. tergantung bagaimana kita menikmati perjalanan waktu itu dan bagaimana mengisinya. satu bulan akan terasa lambat, ataupun satu tahun berlalu begitu cepat.

dan kali ini saya bingung mendefinisikan waktu itu berjalan cepat atau lambat. terlalu cepat? bisa jadi. terlalu lambat? mungkin iya.

mari kita terus merapalkan do’a-do’a agar senantiasa dikuatkan ikatannya, dikekalkan cintanya, ditunjuki jalan-jalanNya. diterangi dengan cahaya kemulian yang tak akan pernah padam.

 

karena tak lebih dari satu purnama ~

#CatatanHarianSelepasIsya

Banjarmasin.26.Syawwal.1435H

do’a tetaplah do’a


ada dua do’a di awal hari ini:

agar tetap dalam keimanan.

agar tetap dalam keislaman.

 

meskipun tak disampaikan langsung… do’a tetaplah do’a.

berharap ada kebaikan di- duapuluhempat ini.

Yaa Rabb… kabulkanlah.

Palangkaraya. 20.Agustus.2014

senja merah saga…


tak selamanya bumi kita terik. panas. melelahkan.

adakalanya berganti dengan kesejukan. dingin. keheningan. itulah malam.

saat langit-langit semesta berganti rupa, akan tiba masanya kegersangan siang itu hilang berganti dengan ketentraman malam.

 

dan lihatlah itu..

saat rona-rona senja mulai memerah. dan gemuruh deburan ombak mulai memecah tebing-tebing keraguan.

pertanda malam akan segera datang.

dan purnamapun menghampirinya. ingin menemaninya.

senja merah saga. adahkah?

 

#CatatanHarianSelepasIsya

Banjarmasin.23.Syawwal.1435H

ngebut….


orang yang ngebut ada dua kemungkinan:

1. dia hobi ngebut

2. memang sedang mengejar waktu.

orang yang sedang mengejar waktu pun terbagi lagi menjadi 2 jenis:

1. karena memang sangat sibuk sekali dan agendanya padat.

2. Tidak jelas manajemen waktunya.

seringkali kita melihat banyak orang ngebut di jalan dengan kendaraannya masing-masing seolah tanpa memperhatikan pengguna jalan lain yang sedang berhati-hati dalam perjalannya. entah apa yang sedang dituju dan kemana tujuannya itu yang menyebabkan mereka harus terburu-buru di perjalannya. alasannya karena mengejar waktu? berarti ada yang salah selama ini dalam penataan waktunya.

kalau mulai kuliah atau kerja jam 8 pagi, sementara jarak tempuh normal tanpa ngebut ditempuh selama setengah jam. berarti minimal jam 7 sudah mulai berangkat. jangan ambil waktu yang mepet ketika berangkat. karena kita tak pernah tahu kondisi di jalan, entah ada kemacetan, entah ada razia, kecelakaan dll. ketika berangkat dengan tergesa-gesa kemungkinan yang lain adalah barang-barang penting lain yang seharusnya dibawa akhirnya tertinggal. ini kadang menyebabkan seseorang harus kembali lagi ke tempat asalnya dengan kecepatan ngebut yang lebih fantastis lagi.

kalau terus-terusan ngebut di jalan, sebetulnya yang kasihan bukan orang lain. tapi kamu sendiri. lebih baik, nikmatilah perjalanan dengan santai untuk meminimalisir kemungkinan terjadi kecelakaan. sambil sesekali menikmati pemandangan di sepanjang jalan., karena bisa jadi kamu menemukan inspirasi di situ. atau bisa juga sambil muroja’ah. dan yang tepenting jangan sambil twitteran. 😉

sekian. Note To My Self. kasih kaca ke diri sendiri. tempelin sampe muka.

#CatatanHarianSelepasIsya

Banjarmasin.21.Syawwal.1435H

Rindu dalam Ridha-Mu


dalam kitab Raudhatul Muhibbin dijelaskan, bahwa kerinduan (asy-Sauq) berarti perjalanan hati menuju orang yang dicintai. cinta, rindu, dan kekhawatiran adalah tiga serangkai yang menghimpun jadi satu. sesuatu yang mungkin tak bisa dijelaskan panjang lebar dengan kata-kata untuk menggambarkannya.

ada cinta. ada jarak. lalu muncul kerinduaan.

ada cinta. muncul rindu. hadirlah kekhawatiran.

khawatir akan keadaan yang sedang tidak baik.

khawatir bila musibah terjadi padanya.

memang benar, obatnya rindu adalah pertemuan. namun tak selamanya rindu harus bertemu. mencari kabar tentangnyapun sudah salahsatu pengobat rindu.

#CatatanHarianSelepasIsya

Banjarmasin.20.Syawwal.1435H

sebuah do’a


apa yang kita dapatkan hari ini boleh jadi adalah bagian dari do’a-do’a tak pernah putus dari mereka yang mencintai kita. apa yang kita rasakan hari ini boleh jadi adalah kumpulan kiriman pesan-pesan harap dari mereka yang dalam khusyuk sujud terus meminta. mereka tak pernah luput mengirimkan do’a kebaikan.

orang yang mungkin sudah kita lupakan bertahun-tahun, bisa jadi sampai saat ini masih terus mengirimkan do’anya untuk kita. mereka yang pernah merasakan kemanfataan yang kita berikan, pun juga terus menerus mengalirkan buah kebaikan yang dulu pernah kita tanam.

bukan masalah waktu, apalagi jarak…sejengkal dua jengkal, berpuluh-puluh kilometer jauhnya. Dialah yang akan menyampaikan setiap do’a-do’a yang dirapalkan penuh kekhusyukan. terang-terangan…. ataupun dalam keheningan.

karena ketahuilah, diutarakan langsung ataupun tidak padanya, do’a tetaplah do’a. ia akan sampai saat kita benar-benar ikhlas meminta padaNya untuk menyampaikan do’a itu padanya.

#CatatanHarianSelepasIsya

Banjarmasin.14.Agustus.2014

masa depan (kita)


setiap orang memiliki masa lalu… dengan segala liku hidup yang kadang patut dibanggakan, namun seringpula malu untuk diungkapkan. goresan-goresan sejarah yang berlalu telah mengantarkannya hingga kini. menjadi manusia masa kini yang tentu tak luput dari segala khilaf dan alpa.

kita memiliki 3 dimensi waktu yang merupakan akumulasi kesempatan untuk berbuat lebih banyak, lebih baik dan lebih manfaat. masa lalu, yang telah melewati sebagian skenario hidup manusia telah memberi pelajaran. Bahwa, kita tak hanya hidup untuk masa itu saja. rangkaian peristiwa yang tersusun rapi hingga kini itu adalah kumpulan yang tak terpisahkan dari masa kini seorang manusia.

mungkin ada keinginan-keinginan untuk kembali ke masa lalu di kala melihat masa kini yang kurang memuaskan dan masa lalu yang begitu indah. Tapi ingatlah, masa akan terus bergerak berlari menuju persimpangan akhir hidup kita. dia takkan pernah kembali. masih ada segenggam harapan agar masa kini-nya seorang kita menjadi masa lalu-nya yang indah dan manfaat di kemudian hari.

ada masa kini yang masih harus diperjuangkan, dan ada masa depan yang perlu dipersiapkan.

masing-masing dari kita memiliki masa lalu yang berbeda…. namun bukankah kita memiliki masa depan yang (akan) sama?

#CatatanHarianSelepasIsya
Banjarmasin.13.Agustus.2014