sang pemuja


pertiwi menangis.

selalu dibohongi oleh pria berambut kelimis. pura-pura berwajah manis, padahal hatinya sungguh bengis.

ia bilang A, kenyataan B. ia yakinkan B hasilnya C. tak pernah ada kejujuran. karena itulah watak aslinya sang arogan.

tutup tutupi kebohongan, dari bohong yang satu ke bohong yang lain. dari intrik yang satu ke intrik yang lain.

polos. padahal sesungguhnya ia jongos. mengabdi pada sesembahan-sesembahan penghasil uang dibawah kendali sang bos. bilangnya bebas, merdeka, tak ada intervensi. tapi tanpa uang dan sokongan, kuasanya sungguh keropos.

banyak yang memujanya. banyak yang memujinya. sekali puja dan puji tersampaikan, jabatan dan uang mengalir deras ke kantong para supporter urakan. dapat posisi tinggi, lalu menggusur mereka yang tak sevisi. dapat uang banyak, lalu mulai mengebiri keadilan yang semakin terkoyak.

begitulah ia. tentu sama dengan para pendukungnya. para pemujanya.

hei, ada satu pendukungnya disini.

bangga sekali dengan kebijakannya. seolah dia yang paling berpikiran terbuka. mengendorse terus menerus di sela perkataannya. mengapresiasi tiada henti sampai berbusa mulutnya menceramahi.

pendidikannya tinggi, ya kamu tahu sendiri, yang seperti itu hanya menghibur diri, malu pada jati diri, pada kebaikan enggan mengakui, pada keburukan semangat untuk memuji.

sejatiya mereka sama. tinggal tunggu waktu hari perhitungan tiba. dihadapan yang Maha Kuasa.

13/06/2021 05.10 WIB

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: