Archive | Juni 2021

sang pemuja


pertiwi menangis.

selalu dibohongi oleh pria berambut kelimis. pura-pura berwajah manis, padahal hatinya sungguh bengis.

ia bilang A, kenyataan B. ia yakinkan B hasilnya C. tak pernah ada kejujuran. karena itulah watak aslinya sang arogan.

tutup tutupi kebohongan, dari bohong yang satu ke bohong yang lain. dari intrik yang satu ke intrik yang lain.

polos. padahal sesungguhnya ia jongos. mengabdi pada sesembahan-sesembahan penghasil uang dibawah kendali sang bos. bilangnya bebas, merdeka, tak ada intervensi. tapi tanpa uang dan sokongan, kuasanya sungguh keropos.

banyak yang memujanya. banyak yang memujinya. sekali puja dan puji tersampaikan, jabatan dan uang mengalir deras ke kantong para supporter urakan. dapat posisi tinggi, lalu menggusur mereka yang tak sevisi. dapat uang banyak, lalu mulai mengebiri keadilan yang semakin terkoyak.

begitulah ia. tentu sama dengan para pendukungnya. para pemujanya.

hei, ada satu pendukungnya disini.

bangga sekali dengan kebijakannya. seolah dia yang paling berpikiran terbuka. mengendorse terus menerus di sela perkataannya. mengapresiasi tiada henti sampai berbusa mulutnya menceramahi.

pendidikannya tinggi, ya kamu tahu sendiri, yang seperti itu hanya menghibur diri, malu pada jati diri, pada kebaikan enggan mengakui, pada keburukan semangat untuk memuji.

sejatiya mereka sama. tingga tunggu waktu hari perhitungan tiba. dihadapan yang Maha Kuasa.

13/06/2021 05.10 WIB

healing


menulis adalah healing. mengobati luka kecewa yang membekas di dada.

luka yang belum tentu sembuh dengan senyum dan tatap penuh dusta.

mungkin benar, jalan lain dari memaafkan adalah melupakan. biarkan ia hilang tak berbekas. agar hati dan pikiran tanpa beban.

biarkan keangkuhan itu dibawa dan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.

kesombongan, kezhaliman, kedustaan, memang menjadi caranya mencari makan.

adakalanya ia berpura-pura baik, tapi itu hanya setitik. seketika waktu ia berbalik. menjatuhkan dan menginjak-injak penuh intrik.

sudah… cukup…. cukup.

tak perlu panjang lebar membahasnya. adukan saja pada Tuhan. Pemilik semesta alam.

bahwa dunia ini hanya permainan. mereka yang curang, tak berperasaan, akan mendapat balasan.

entah hari ini, esok atau di masa yang akan datang.

sabarlah. para penjilat saja sabar terhadap kebengisannya. kita harus sabar juga untuk mengacuhkannya.

anggap saja tak ada, karena ia memang tak diperlukan lagi dalam hidup kita. cukup Allah saja.

04.30 – Pamulang 6/11/21