Titik Saturasi….


Ada kala sebuah arus mencapai titik saturasi, tapi perlu diingat, kalau potensialnya lebih dari potensial threshold, maka elektron akan dapat meloncat dan mengalir, sirkuit menjadi aktif. Ketika mampu bertahan dalam titik saturasi itu, suatu saat potensial akan bangkit, melewati ambang threshold tersebut. Begitu pula hidup, manusia akan pernah melewatii suatu masa dimana futur -atau bahasa kerennya saturasi- menggejala. Oleh karena itu, saat berada dititik kejenuhan itulah sabar dan tetap fight menjadi kunci utama. Yang akhirnya hidup menjadi bergerak dinamis, memberi manfaat dan hikmah di sekitar kita, untuk satu tujuan, menuju kepadaNya.

Kapan kondisi ambang threshold itu qt bisa lewati? jawabannya adalah ketika hati kita tenang, kalau kita mampu menahan fikiran, sikap, dan tutur kata kita, itulah batas threshold tadi. Misal, kalau dalam dunia semikonduktor batas threshold silicon adalah 0,7v, kalau germanium 0,3v. Ya  itulah barrier potential, “an electric field between the positive and negative ions“. Batasan yang sangat tipis, yang mudah dibolak balik, itulah QALBU. Karenanya barrier potensial dalam diri manusia itulah yang sangat berperan ketiika menghadapi masa-masa kefuturan. QALBU itulah kuncinya, ketika hati dalam keadaan baik (Qalbun Salim), maka semua organ-organ tubuh yang ada juga akan bekerja dengan baik sehingga mampu mengelola dan mengatasi kefuturan itu.

Saat diri mulai saturasi, ribuan pertanyaan seakan membuncah menggelora memenuhi ruang yang tertampug di kepala. seluruh sendi-sendi waktupun menuntut untuk menjawabnya. Apakah yang telah dilaukan diri ini? untuk dirimu sendiri, untuk umat, untuk bangsa dan untuk Tuhanmu?

-Thaks to Mr. Mirza-

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: