Tetap ke Masjid mesti harus merangkak….


Lagi-lagi diri ini disadarkan kembali olehNya..

Seorang lelaki paruh baya berjibaku dengan kursi rodanya, memutar dengan cepat di tengah terik matahari . Baru kali ini aku melihatnya. Dengan baju koko dan wajah yang bercucur keringat . lelaki itu menggiring kursi rodanya. Dengan mengendarai sepeda aku melewati lelaki itu. Aku tak tahu mau kemana ia dengan kursi rodanya. Saat adzan zuhur dikumandangkan, aku bersegera menuju Masjid Nurul Islam. Sebuah Masjid yang terletak di Jalan Kaliurang, tepatnya di dekat Pandega Duksina. Biasanya sebelum pulang ke asrama, aku mampir dulu ke Masjid ini untuk shalat zuhur. Meski di asrama sudah ada masjid, tapi tetap saja ada suasana yang berbeda bila berjamaah dengan warga.

Iqamah pun dikumandangkan,…

Dan.. Subhanallah…. saat aku beranjak menuju shaf terdepan, seorang laki-laki merangkak tertatih-tatih menuju shaf shalat. Rupanya ia lelaki yang kutemui tadi. Ia turun dan naik sendiri dari kursi rodanya dan berjalan merangkak dengan kedua tangannya untuk menghadap Mu….

Ya Allah…

Betapa diri ini tertegur dengan hambaMu itu,..

Hamba yang masih sehat dan mampu untuk berjalan normal masih sering lalai ketika engkau Memanggilku…..

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: