Refleksi diri di lembaga


Memasuki tahun kedua di kampus, amanah seakan datang menghampiri tak peduli apakah kita siap untuk mengembannya atau tidak. Memang amanah itu ibarat musuh yang tidak perlu dicari, tapi ketika ia sudah datang, maka kitapun harus menghadapinya. Paling tidak mengemban amanah itu dengan sebaik-baiknya.

Awalnya sebgai staf, kita yang dibina, diarahkan dan dikader untuk siap diterjunkan langsung untuk mengurusi sebuah lembaga. Namun, lama kelamaan, tahun pun berganti, kepengurusan sudah harus berlanjut dan diteruskan oleh generasi sesudahnya, maka kita pun mempunyai beban tambahan untuk tidak sekedar mengurusi lembaga. Akan tetapi ada peran lain yang harus dilakukan ketika sudah berada dalam tataran PH. Yaitu bagaimana mengkader staf dan anggota baru agar mereka bisa lebih terjaga dan bisa maksimal perannya dilembaga tersebut.

Beberapa poin penting yang harus dipikirkan oleh para penggerak lembaga, baik itu lembaga da’wy, siyasi ataupun ilmy adiantaranya adalah: kejelasan visi dan arahan kerja yang akan dicapai dalam masa kepengurusan, kaderisasi dan pencitraan lembaga baik ke dalam maupun keluar.

Kejelasan Visi

Ketika awal-awal masa perekrutan ataupun pendaftaran anggota baru, biasanya lembega-lembaga di kampus menggembar-gemborkan visi dan misi yang dimilikinya. Baik itu dalam bentuk media berupa leaflet, buletin ataupun melalui media internet. Lalu, setelah anggota baru terekrut, kadang pengurus itu sendiri bingung mau dibawa kemana angoota-anggota baru yang sudah terdafrar itu. Karena biasanya di awal masa perekrutan itu, anggota yang terdafatar jumlahnya sangat banyak dan melimpah. Bila pengurus-pengurus di lembaga tidak mampu untuk mentansfer nilai-nilai lembaga, baik itu visi dan misi, arahan dan target yang akan dicapai, maka anngota baru akan kebingungan dengan lembaga yang sedang diikutinya. Apa yang mereka lihat ketika mendaftar ternyata tak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Pengurus sendiri bahkan masih bingung dengan visi yang dicantumkannya di banner-banner stand pendaftaran, karena tidak ada sharing value yang berkelanjutan dari pengurus sebelumnya. Pada akhirnya, lama-kelamaan, lembaga itu berjalan tidak berdasarkan visi yang sudah ditetapkan dan bisa jadi nilai-nilai yang diharapkan bisa terealisasikan di lembaga tersebut tidak dapat terwujud.

Kaderisasi

Bisa dikatakan, fungsi kaderisasi adalah ujung tombak bagi sebuah lembaga. Karena proses pengkaderan dan pewarisan nilai-nilai bertumpu pada fungsi kaderisasi ini. Betapa banyak lembaga-lembaga di kampus yang akhirnya mati dan tidak berjalan karena fungsi kaderisasinya tidak berjalan dengan baik. Hampir disemua lembaga yang saya ikuti, ketika di awal pendaftaran anggota baru jumlahnya sangat banyak, namun lama-kelamaan terjadi seleksi alam yang menyebabkan jumlah anggota di lembaga tersebut mengerucut,. Bahkan, ada yang asama sekali kehilangan staf di sebuah departemen. Kondisi ini bisa terjadi karena alur kaderisasi yang dijalani tdak tersampaikan ke anggota dengan baik, atau penjagaan dari pengurus sendir yang kurang terhadap anggotanya. Karena kaderisasi tidak sekedar menjalankan upgrading ataupun daurah-daurah semata, akan tetapi penjagaan dan pendekatan personal lebih dibutuhkan untuk menjamin bahwa akan ada penerus sesudahnya di lembaga ttersebut yang memiliki visi yang sam, semangat yang sama dan militans iyang sama. Lebih bagus lagi bisa melebih yang ada saat ini.

Pencitraan

Hal ini berkaitan dengan peran humas dan media yang sangat penting untuk mencitrakan lembaganya kepada publik. Karena publik kadang hanya melihat sebuah lembaga dari kulit terluarnya saja. Sebagus apapun program kerja yang dilaksanakan, secemerlang apapun ide dan konsep kaderisasi yang dilakukan, tidak akan bernilai lebih jika citra lembaga di mata publik itu buruk. Oleh karena itu fungsi pencitraan ini juga penting menurut saya, agar bisa menyampaikan kepada publik apa-apa saja yang sudah dilakukan oleh lembaga tersebut.

*Ditulis sebagai salahsatu prasyarat untuk mengikuti SPE Partai Bunderan UGM

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: