Lanjutkan….dengan Lebih Cepat & Lebih Baik


Lanjutkan..!!!
Entah kenapa kata itu yang sering terdengar ditelingaku. Bahkan seorang anak kecilpun tak lagi terbata ketika mengucapkan kata Lanjutkan dengan Lantangnya. Ah… media memang begitu hebatnya. Sepotong kata bisa begitu cepat terekam dalam otak sebagian besar masyarakat hingga tak sadar apa yang sedang ia ucapkan. Sepotong kata begitu berarti ketika makna yang terkandung didalamnya begitu luas. Begitulah hebatnya pengopinian lewat media, entah di koran, televisi atau radio sama hebatnya dalam mempengaruhi masyarakat.

Seolah tak ingin tersaingi, sebuah kata kembali muncul akhir-akhir ini,,,“Lebih Cepat lebih baik.” Hmm… Pertarungan katapun dimulai. Pencitraan jargonpun mulai digembar-gemborkan. Tak peduli apakah masyarakat mengerti atau tidak makna yang sebenarnya terkandung dalam kata-kata tersebut. Sebuah dagelan politikpun menjadi tontonan ‘menarik’ untuk disaksikan. Seberapa kuatkah makna kata yang diucapkan dan seberapa besarkah esensi yang terkandung di dalamnya.

Bosankah kau mendengar kata-kata itu kawan??

Entah kenapa justru aku menikmati kata-kata itu berkeliling keluar masuk otakku. Tekadang kata lanjutkan sangat kusuka, namun terkadang kata lebih cepat lebih baik menggantikannya. Tidak ada paksaan memang untuk menerima kata-kata itu, karena boleh jadi banyak yang menganggap bahwa kata itu tidak terlalu penting. Kalau boleh memelintir sebuah pepatah, Apalah arti sebuah kata, toh yang kita butuhkan adalah perwujudan kata-kata itu. Banyak orang yang berkata panjang lebar namun tak mampu melaksanakan apa yang diucapkannya.

“Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.” (QS. ash-Shaff (61) : 3)

Yang terpenting kita doakan saja agar para calon-calon pemimpin negeri ini tak hanya sekedar mengumbar kata dan janji tapi mampu menjalankan amanah yang nantinya akan diembankan rakyat kepadanya.

Apa sebenarnya makna Lanjutkan itu? Entah mungkin engkau lebih mengetahui arti yang sebenarnya. Tetapi aku hanya ingin menerka saja, menurut pemikiranku bahwa melanjutkan berarti tetap konsisten terhadap apa yang pernah dilakukan sebelumnya serta berusaha komitmen untuk tetap berada dalam alur yang telah ditetapkan. Dalam Islam, konsisten adalah salah satu bentuk istiqomah disamping 2 makna lainnya yaitu persisten dan konsekuen.

“Sesunguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.” (QS. al-Ahqaf (46) : 13)

Amat indah makna istiqamah yang Allah gambarkan dalam ayat di atas. Bukan sekedar melanjutkan sesuatu yang pernah dilakukannya tanpa peduli apakah itu baik atau buruk, akan tetapi melanjutkan untuk tetap mengakui kebesaran Allah sebagai Rabb yang Maha Tinggi.

Tentu saja yang kita harapkan saat ini bukan hanya sekedar Lanjutkan!! tanpa tahu apa sebenarnya yang akan dilanjutkan. Tanpa mengerti hakikat sebenarnya dari kata itu. Apakah melanjutkan penindasan kepada rakyat, melanjutkan pembodohan kepada kaum terpingirkan ataukah melanjutkan penimbunan harta-harta negara oleh para penguasa untuk dinikmati sendiri??
Sekali lagi,Tentu kita harus mengamati dan mempelajari apa yang akan dilanjutkannya itu….

Pun dengan jargon lebih cepat lebih baik, juga harus ditelisik lebih jauh lagi. Lebih cepat apa? Lebih cepat memperkaya dirikah atau lebih cepat berkuasa?

Menarik juga untuk dipelajari lebih jauh, jargon kedua ini. salah seorang pencetusnya mengatakan bahwa makna jargon ini adalah “Fastabiqul Khairat”. Sebuah ungkapan dalam Al–Qur’an yang tentu sudah sering kita dengar.
Memang patut diacungi jempol, pencetus jargon ini. Ia berani menghubungkannya dengan sebuah istilah dalam agama yang mungkin tidak banyak orang berani menyatakannya.
Berlomba-lomba dalam kebaikan, itulah makna agung yang dinyatakan dalam sebuah ayat al-Qur’an:

“…maka berlomba–lombalah dalam berbuat kebaikan. Hanya kepada Allah lah kembali kamu semuanya…” (Q.S. Almaidah (5) :48)

Aku teringat sebuah kisah dimana Abu Bakar dan Umar bin Khattab saling berlomba-lomba untuk lebih banyak bersedekah. Suatu ketika, dalam perang Tabuk Rasulullah menganjurkan kepada seluruh kaum muslimin untuk menyedekahkan hartanya untuk berperang, karena kondisi ekonomi dan persediaan makanan kala itu sedang sulit. Kemudian datanglah Umar mengahadap Rasulullah dengan membawa sedekahnya. Rasulullah bertanya: “Apa yang kau tinggalkan untuk istri dan keluargamu?”. “Aku meninggalkan sebagian hartaku sama dengan jumlah yang akau sedekahkan saat ini”. Lalu datang Abu Bakar, juga membawa sedekahnya. “Apa yang kau tinggalkan untuk istri dan keluargamu?”. Tanya Rasulullah. “Aku sedekahkan semua hartaku dan aku tinggalkan untuk Istri dan keluargaku, Allah dan RasulNya.”

Subhanallah, sebuah perlombaan kebaikan yang begitu luar biasa dari para sahabat. Mereka dengan ikhlas mengeluarkan hartanya untuk dakwah dan jihad di jalan Dakwah ini.

Sebagai seorang rakyat biasa, tentunya kita mengharapkan elit-elit penguasa dinegeri inipun juga berlomba-lomba dalam mengusung program pemerintahan yang lebih baik sehingga dapat mengeluarkan bangsa ini dari keterpurukan.

8 Juli, sebentar lagi.. Masih ada waktu untuk menilai, menimbang dan meminta petunjuk kepada Allah, siapa yang benar-benar akan memperjuangkan kebaikan untuk tetap tegak di bumi pertiwi ini. Teruslah mengamati, jangan terkecoh dengan isu-isu murahan apalagi janji-janji bualan yang hanya muncul untuk memperbaiki citra diri mereka.

Lanjutkan…dengan Lebih Cepat dan Lebih Baik
Istiqomah dalam Fastabiqul Khairat
Untuk Indonesia yang lebih Adil dan Sejahtera.

Kita harus melanjutkan proyek besar peradaban umat dengan lebih cepat dan lebih baik, tentunya harus didukung dan digerakkan oleh kader-kader yang memiliki hati-hati yang Bersih, Jiwa-jiwa yang Peduli serta Kerja-kerja yang Profesional………..

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s