Jalan penuh rintangan


Ketika menempuh sebuah jalan, tentu kita menginginkah sebuah jalan yang bersih tanpa onak duri, lurus tanpa lika-liku jalan, serta nyaman tanpa gangguan siapapun. Tujuan yang akan ditempuh memang terkadang membuat kita harus memilih jalannya sendiri. Ada kalanya ketika sebuah tempat yang indah jalan yang ditempuh bisa jadi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Bahkan bisa saja sebuah taman yang indah akan kita tempuh dengan melewati jalan becaek, berliku dan penuh semak belukar. Dan bukan tidak mungkin jalan yang dihiasi lampu-lampu taman di malam hari serta lurus tanpa hambatan akan menuju ke sebuah hutan belantara yang menakutkan.

Begitulah sebuah titian jalan, terkadang memang bisa seperti itu. Begitu pula dalam dakwah ini. jalan dakwah bukanlah jalan lurus bebas hambatan seperti jalan tol, jalan dakwah bukan pula karpet merah menuju singgasana istana. Hanya orang-orang yang tidak punya komitmen yang menginginkan dakwah ini bebas tanpa rintangan.

Sudah merupakakan sunnatullah, bahwa setiap derap langkah kita di jalan dakwah selalu mengundang resiko besar. Kita ingat bagaimana Rasulullah menghadapi berbagai cobaan, hinaan, bahkan pengucilan dari warga arab Quraisy pada waktu itu. Untuk mempertahankan eksistensi dakwah yang diembannya, beliau rela mempertaruhkan jiwa raganya dari ancaman kafir quraisy. Kembali kita ingat betapa perjuangan Mush’ab Umair yang harus dipenjara oleh ibunya sendiri karena ia telah memeluk islam. Mush’ab yang dikenal sebagai remaja parlente, hidup dalam kemewahan serta memiliki harta yang berlimpah harus rela meninggalkan itu semua demi keberlangsungan dakwah. Ia dengan penuh perhitungan rela meninggalkan ibunya sendiri saat ada perintah Rasulullah untuk menjadi Duta Dakwah ke Madinah sehingga akhirnya daerah tersebut menjadi tujuan hijrahnya Rasulullah dan para sahabat.

Itulah sekelumit kisah perjuangan dakwah yang penuh dengan berbagai cobaan. Dakwah yang mencita-citakan tegaknya kalimatullah itu harus ditempuh dengan usaha dan komitmen yang tinggi. Bukan sebagai penikmat kesuksesan dakwah apalagi menikmati tegaknya dakwah tanpa pernah berkontribusi.

Di era sekarang ini kita lihat bagaimana para muharrik dakwah di parlemen negeri ini sedang mengalami fase cobaan itu. Mereka di fitnah bahkan beberapa waktu lalu sempat menjadi isu penting di beberapa koran nasional.

Ya..itulah dakwah. hanya orang-orang yang tegar dan memiliki tekad dan komitmen yang tinggi yang akan bisa melewati fase-fase dakwah dengan baik. Kita mungkin akan melewati jalanan becek nan berliku untuk menuju ke sebuah taman bunga yang indah. Tapi itulah usaha kita. Dan memang surga akan dikelilingi oleh segala sesuatu yang meberatkan, sedangkan neraka dikelilingi oleh hawa nafsu yang menyenangkan. Artinya untuk menempuh sebuah tujuan mulia kita harus bisa melewati tahapan penuh cobaan itu. Yakinlah suatu saat dakwah ini akan berhasil, yakinlah bahwa islam akan menjadi ustadziyatul ‘alam dan menjadi rahmatan lil ‘alamin. Namun ibarat sebuah kereta yang akan meluncur ke sebuah stasiun, yang menjadi pertanyaan apakah kita termasuk orang-orang yang berada dalam kereta tersebut?. Kereta tidak butuh penumpang yang banyak untuk sampai ke stasiun. Tapi kitalah yang butuh kereta itu. Begitupula Dakwah ini tidak membutuhkan kita, tapi kitalah yang membutuhkan dakwah ini.

——-
Tidak ada kontribusi sebelum komitmen, maka dari itu berkontribusilah untuk dakwah ini agar kita memiliki komitmen yang tinggi untuk kemajuan dakwah.

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

One response to “Jalan penuh rintangan”

  1. Shining says :

    Subhanallah, terima kasih telah share artikel yang sangat bermanfaat ini, sehingga dapat menjadi motivasi untuk saya dan saudara/i yang lain untuk tetap istiqomah di jalan Allah SWT. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: