Lisan Setajam Pedang


“Seorang muslim adalah ia yang apabila muslim lainnya selamat dari lisan dan tangannya.” (H.R. Muslim)

Ada pepatah bilang, lidah memang tak bertulang, tapi sekali ia menusuk hati, akan sulit untuk terobati. Ini bisa kita cermati, bahwa begitu pentingnya lisan bagi pergaulan. banyak orang yang marah karena ucapan salah, banyak orang yang tersinggung karena kata-katanya bikin hati jadi murung.
Kebiasaan-kebiasaan buruk yang mesti diperbaiki:
1. Jangan menghina atau mencemooh orang lain
Sadari! bahwa kita juga punya kekurangan yang bisa jadi lebih buruk dari orang yang kita caci.
2. Jauhi Ghibah.
Kalau kita ngomongin orang lain meskipun apa yang kita omongin itu bener, maka kita udah mengghibah orang tersebut-sama aja kita makan bangkai dagingnya-, apaagi kalo gak bener berarti kita udah memfitnah temen kita.
“…dan fitnah itu dosanya lebih besar dari pembunuhan…” (Q.S. Al-baqarah: 217)
3. Jangan menggunakan nama-nama binatang kalo kita lagi ngobrol.
4. Jauhi kata-kata yang tidak bermanfaat
“Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil.”(Q.S. Al-Qashash:55)
‘Termasuk kebaikan seorang mukmin adalah meninggalkan apa-apa yang tidak berguna baginya.” (H.R. Tirmidzi)

Islam mengajak umat agar senantiasa menjaga lisan. Dengan begitu, lisan menjadi selalu digunakan untuk sesuatu yang baik, tidak bertentangan dengan kehendak Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Lisan orang yang berakal muncul dari balik hati nuraninya. Maka ketika hendak berbicara, terlebih dahulu ia kembali pada nuraninya. Apabila ada manfaat baginya, ia berbicara dan apabila dapat berbahaya, maka ia menahan diri. Sementara hati orang yang bodoh berada di mulut, ia berbicara sesuai apa saja yang ia maui.” (HR Bukhari-Muslim).
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau (lebih baik) diam.”
Kata Imam Al-Ghazali bahwa setiap bagian tubuh kita ini ada bagian zakatnya. Nah, zakatnya lisan berarti kita kudu bin wajib untuk mengucapkan kata-kata yang mulia (Qaulan kariima).
Oh, iya satu lagi ketinggalan. Jauhi dusta! karena dusta bisa membawa kita pada keburukan dan keburukan akan membawa ke nereka. Kerugian terbesar bagi orang yang suka berdusta adalah ia tidak akan dipercayai lagi perkataannya meskipun apa yang dikatakannya benar.

Ingat!
• Jangan tertawa terbahak-bahak karena bisa mengraskan hati
• Pertimbangkan dulu apa yang mau kau ucapkan
• Gunakan lisanmu untuk banyak berzikir pada Allah, shalawat ke atas Nabi tadarrus Al-Qur’an biar hidupmu selalu dalam hidayah Allah SWT.

“Orang cerdas berpikir dulu sebelum bicara, orang bodoh bicara dulu sebelum berpikir”.

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: