Prahara dan Asa


Terhempas aku dalam fitnah

Yang mendera jiwa dan mencebik sukma

Tetapi ku tak tentu arah

Hingga seberkas menuntun langkahku

Dalam mihrab cinta ku rengkuh firmannya

Terangi jalanku ku sujud padanya

Dalam mihrab cinta prahara jadi asa

Putus duka lara ku pasrah padanya

Ku berdiam dendam yang membara

Ku pasrahkan semua pada yang kuasa

Ku yakin tiada satu jua hentikan kuasanya

Tuk mengubah segalanya

Dalam mihrab cinta ku regkuh firmannya

Terangi jalanku ku sujud padanya

Dalam mihrab cinta prahara jadi asa

Putus duka lara ku pasrah padanya

Cipt. Ustadz Tate Qomarudin Lc

OST Dalam Mihrab Cinta

==========

untaian kata dan nasihatnya begitu mengena, tak dinyana syair ini berasal dari beliau juga.

seorang yang syair-syair nya sudah saya kenal sejak masa SMA. Hampir semua lagu dalam side A dan B kaset yang sy beli itu ciptaan beliau. Gelombang Keadilan, Bangkit Negeriku, Bingkai Kehidupan, dan masih banyak lainnya. Lagi selalu diputar di sela-sela hari libur sekolah. Menggema sampai pojok-pojok asrama.

Kini, beliau telah tiada. Karyanya yang utama tentu bukan komposer lagu. Lebih dari itu orang-orang mengenalnya sebagai guru kehidupan mereka. Tapi saya yang tak pernah bertemu, hanya menikmati gelora semangat dari lirik-lirik yang beliau ciptakan, hingga kini. Menemani perjalanan dikala pulang pergi kantor yang sunyi.

Selamat Jalan Ustadz, Allahummaghfirlahu warhamu wa’aafihi wa’fu ‘anhu.

yuk belajar


ternyata benar apa yang sering dikatakan orang, makin jauh perjalanan menuntut ilmu… makin sadar bahwa masih banyak ilmu yang belum dipelajari.

jadi, jangan pernah merasa puas, terus belajar supaya bisa lebih bermanfaat untuk dunia. minimal dunia kecil kita.

adil


ada yang kebal terhadap aturan, salah besar tak dipermasalahkan.

sementara yang rentan terhadap hukuman, khilaf setitik hancur berantakan.

dihinakan. dikucilkan. seolah tak ada permaafan.

itukah keadilan?

07/02/2021

definisi


terkadang ia diremehkan. yang penting bagus dalam pandangan.

diminta untuk menjelaskan. apa sebetulnya yang sedang dipikirkan.

tapi tak kunjung disampaikan.

hingga pada masanya, ia dipertanyakan.

kenapa tak sesuai kenyataan?

ya karena tak pernah didefinisikan.

30/06/21

sepi


sepi.. sendiri.. menepi..

dikhianati.

hmm… mungkin takkan terjadi.

jika kita bersandar pada Sang Khaliq Yang Maha Tinggi

sang pemuja


pertiwi menangis.

selalu dibohongi oleh pria berambut kelimis. pura-pura berwajah manis, padahal hatinya sungguh bengis.

ia bilang A, kenyataan B. ia yakinkan B hasilnya C. tak pernah ada kejujuran. karena itulah watak aslinya sang arogan.

tutup tutupi kebohongan, dari bohong yang satu ke bohong yang lain. dari intrik yang satu ke intrik yang lain.

polos. padahal sesungguhnya ia jongos. mengabdi pada sesembahan-sesembahan penghasil uang dibawah kendali sang bos. bilangnya bebas, merdeka, tak ada intervensi. tapi tanpa uang dan sokongan, kuasanya sungguh keropos.

banyak yang memujanya. banyak yang memujinya. sekali puja dan puji tersampaikan, jabatan dan uang mengalir deras ke kantong para supporter urakan. dapat posisi tinggi, lalu menggusur mereka yang tak sevisi. dapat uang banyak, lalu mulai mengebiri keadilan yang semakin terkoyak.

begitulah ia. tentu sama dengan para pendukungnya. para pemujanya.

hei, ada satu pendukungnya disini.

bangga sekali dengan kebijakannya. seolah dia yang paling berpikiran terbuka. mengendorse terus menerus di sela perkataannya. mengapresiasi tiada henti sampai berbusa mulutnya menceramahi.

pendidikannya tinggi, ya kamu tahu sendiri, yang seperti itu hanya menghibur diri, malu pada jati diri, pada kebaikan enggan mengakui, pada keburukan semangat untuk memuji.

sejatiya mereka sama. tinggal tunggu waktu hari perhitungan tiba. dihadapan yang Maha Kuasa.

13/06/2021 05.10 WIB

healing


menulis adalah healing. mengobati luka kecewa yang membekas di dada.

luka yang belum tentu sembuh dengan senyum dan tatap penuh dusta.

mungkin benar, jalan lain dari memaafkan adalah melupakan. biarkan ia hilang tak berbekas. agar hati dan pikiran tanpa beban.

biarkan keangkuhan itu dibawa dan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.

kesombongan, kezhaliman, kedustaan, memang menjadi caranya mencari makan.

adakalanya ia berpura-pura baik, tapi itu hanya setitik. seketika waktu ia berbalik. menjatuhkan dan menginjak-injak penuh intrik.

sudah… cukup…. cukup.

tak perlu panjang lebar membahasnya. adukan saja pada Tuhan. Pemilik semesta alam.

bahwa dunia ini hanya permainan. mereka yang curang, tak berperasaan, akan mendapat balasan.

entah hari ini, esok atau di masa yang akan datang.

sabarlah. para penjilat saja sabar terhadap kebengisannya. kita harus sabar juga untuk mengacuhkannya.

anggap saja tak ada, karena ia memang tak diperlukan lagi dalam hidup kita. cukup Allah saja.

04.30 – Pamulang 6/11/21

rangkai kata


memang beruntung bagi orang-orang yang pandai merangkai kata dan punya kuasa.

Zhalim


sederhana. satu kata saja.

Jika ada yang bertanya kepada saya, apa yang paling kamu tidak suka?

Jawaban pertama yang paling awal lontarkan pasti kata tersebut. Zhalim.

Kezhaliman dalam bentuk apapun, oleh siapapun, kapan dan dimanapun.

Mungkin agak seram ketika mendengar kata tersebut. Baiklah sekarang kita ganti dengan kata yang lebih halus: “tidak adil”.

Karenanya, disebaliknya. Jika ditanya apa yang paling disukai, yaaa adil Musuh dari keadilan ya ketidakadilan itu sendiri.

Saya tidak pernah membenci orang, lembaga, organisasi, atau apapun itu sepanjang masih ada keadilan dalam dirinya.

Dan hal sama berlaku sebaliknya, saya akan hormat, respect, pada siapa saja yang berbuat adil baik dalam sikap, perkataan, dan perbuatan.

Kalau orang bawaannya sudah tidak adil, ya keputusannya pasti akan sengaja dibuat berat sebelah, miring kekiri atau kekanan. Sehingga ada yang dibilang anak emas, anak kandung, anak tiri, atau apalah istilahnya.

Kalau anak emas, berbuat salah sesalah apapun dibikin happy, anggap sebagai pembelajaran. Tapi kalau udah terlanjur dicap buruk, ya kepleset sedikit langsung deh hinaan, cacian, dan luapan kekesalan ditumpahkan semua padanya.

Kasihan sekali… kamu mau jadi anak emas atau tidak? Sayangnya itu bukan pilihan. Kalau keadilan itu sudah hilang, mau berupaya sekuat tenaga jadi anak emas ga ada gunanya. Lalu? Yaudah, tiap orang punya jalan masing-masing, dia yang terpinggirkan di satu sudut bumi, masih ada sisi bumi lain tempat keadilan itu tersisa.

Kamil, Syamil, Mutakamil.


Unggul. Sebuah kata yang disematkan sebagai penghargaan atas keberhasilan seseorang atau institusi atau benda. Indikator yang menunjukkan bahwa ia menjadi yang terbaik diantara yang lainnya. Dulu, sebelum sekolah dibagi-bagi sesuai zonasi, banyak istilah sekolah unggulan, sekolah favorit. Dimana di situ terkumpul semua potensi terbaik. Di SMA unggulan misalnya, terkumpul semua siswa-siswi SMP terbaik dari berbagai lokasi. Input yang bagus dikelola dengan manajemen yang bagus, para pengajar yang berkualitas, maka akan menghasilkan output yang bagus pula. Pun, begitu juga yang terjadi di berbagai institusi. Adalah sebuah kesuksesan bisa menghasilkan manusia-manusia unggul. Bukan hanya merekrut saja, tapi mampu menempa dan membina untuk menghasilkan sumber daya yang unggul dan sempurna. Kamil.

Global. Menyeluruh dan luas cakupannya. Menjadi manusia yang unggul tidak hanya mahir di satu bidang saja. Namun juga bisa diandalkan dalam berbagai bidang. Kita perlu belajar dari sejarah, dimana orang-orang terdahulu punya keahlian beragam yang terkumpul dalam satu pribadi. Disatu sisi ia ahli dalam bidang sains, disisi lain juga merupakan ahli agama dan pemerintahan. Manusia unggul tak merasa puas jika hanya cakap di satu bidang, namun terus belajar memperluas cakupan pengetahuannya. Terus bereksplorasi meng-upgrade kelasnya dari skala kecil menjadi lebih besar dan menyeluruh. Syamil.

Memberi Inspirasi. Menjadi manusia unggul tentu tak cukup jika hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri. Namun perlu pengejawantahan menebarkan inspirasi kepada orang lain agar semakin banyak orang yang tergerak untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Seperti efek domino, satu orang memberikan inspirasi kepada orang lain, lalu orang tersebut melebarkan manfaatnya kepada orang yang lain pula. Begitu seterusnya sampai kebermanfaatannya semakin menyempurnakan. Mutakamil.

Unggul, menyeluruh, luas cakupannya, dan terus memberi insipirasi. Itulah sebuah do’a yang diharapkan tercermin dari namanya.Β Parama Global Inspira. Menjadi bagian tempat bagi lahirnya pribadi-pribadi unggul, memiliki wawasan yang luas dan terus memberikan inspirasi bagi lingkungan sekitarnya. Kamil, Syamil, dan Mutakamil.

*sebuah refleksi atas makna lain dari Parama.

ATM 20 ribuan


Lazimnya, saat ini hampir semua ATM yang tersebar diberbagai lokasi strategis hanya mengeluarkan pecahan 50 ribu dan 100 ribu. Namun, ternyata ada sebagian kecil ATM yang masih memberikan layanan kepada konsumennya dengan menyediakan uang dengan pecahan lebih kecil lagi. 20 ribu.


Dulu, pertama kali saya menemui ATM 20 ribu ini di salahsatu gerai BNI di Bulaksumur jogja, medio 2008 an. Maklum, sebagai mahasiswa, ATM ini amat sangat berharga, terutama ditengah kegersangan saldo yang semakin menipis. wkwk.

Lanjut bekerja dengan penempatan di Banjarmasin, lagi-lagi tanpa sengaja mampir ke ATM Unlam Banjarbaru. Disitu juga ada ATM BNI yang terletak persis di sebelah kiri sebelum pintu keluar kampus.

Setelah pindah ke Bandung, ternyata BNI juga masih konsisten memanjakan nasabahnya dengan masih menyediakan uang pecahan 20 ribu di ATM nya. Sebut saja, ATM ITB. Kalian bisa menemukanya di sekitar komples Kampus ITB. Jika dari arah masjid Salman, tinggal ke barat menuju Jalan Tamansari pas di pertigaan sebelah kiri (depan gerbang Kebun Binatang Bandung) disitu ada Kantor BNI Cabang ITB

Dan, setelah beberapa waktu tak menemukan ATM jenis ini di Jakarta, beberapa hari yang lalu saya menemukannya kembali di sebuah ATM daerah Fatmawati. Silahkan google saja lokasinya. ATM BNI Fatmawati.

Ternyata, sampai saat ini BNI memang masih menyediakan ATM Pecahan 20 ribu, meski jumlahnya sudah semakin sedikit. Mungkin terbatas hanya di daerah-daerah kampus saja. bahkan di kantor cabang besar pun sepertinya tak ada. Jika beruntung, kalian akan mendapatkan lembaran-lembaran yang masih baru. Bisa dicoba untuk memberikan angpao lebaran nanti (masih lama πŸ˜€ ) tanpa harus antri di Bank. Sebetulnya uang pecahan ini bukan hanya sekedar memfasilitasi nasabah yang ingin menghabiskan saldo atm nya saja, tapi bisa digunakan untuk memanage pengeluaran cash nya agar tidak pak Soekarno-Hatta atau ir. Juanda saja yang dikeluarkan πŸ™‚

kalau kalian punya rekomendasi lokasi ATM 20 ribu, silahkan share di kolom komentar ya.

berbagi


pagi ini diberikan kesempatan untuk berbagi kepada adik-adik di fakultas teknik untuk berbagi pengalaman orang yang lebih tua. yang lebih dahulu meninggalkan dunia kampus. ketika diminta untuk berbagi, saya langsung mengiyakan, agar aura dan semangat dunia kampus yang dulu pernah ada bisa hidup kembali. agar tak mudah tergerus oleh keegoisan zaman.

di kampus tempat memumpuk ideologi, pasca kampus berhadapan dengan realita. titik tengan antara idealisme yang tidak realisting dengan realisme yang terlalu pragmatis adalah optimisme. semangat perbaikan.

bias kebertahanan


Abraham Wald

Pada era perang Dunia kedua, Abraham Wald seorang matematikawan asal Hungaria ditugaskan oleh militer U.S untuk menganalis dampak kerusakan pesawat tempur selama perang. Wald terusir dari Hungaria saat invasi Nazi ke daerah tersebut, lalu ia mendedikasikan keilmuannya untuk membantu U.S melawat tentara sekutu Jerman. ia diminta untuk memberikan rekomendasi perbaikan agar pesawat-pesawat tempur U.S lebih handal saat tertembak peluru musuh.

titik lokasi tertembaknya pesawat

Pada awalnya militer berkesimpulan bahwa pada bagian pesawat yang sering tertembak itulah yang perlu diberikan lapisan pelindung agar bisa menahan serangan peluru. Namun, Wald Bersama timnya dari Columbia University, New YorkΒ  kemudian membantah kesimpulan tersebut.

Menurutnya, logika yang dipakai oleh militer sebelumnya didasarkan pada observasi atas pesawat-pesawat yang tertembak dan kembali ke markas militer. Lalu bagaimana dengan pesawat yang tidak kembali? Pesawat yang diobservasi adalah pesawat yang kembali dengan selamat, itu berarti dengan ditembak pada bagian tersebut, tidak berpengaruh pada stabilitas pesawat. Wald berkesimpulan, justru pelindung/armor yang perlu ditambahkan adalah pada lokasi yang tidak terkena tembakan. Yaitu bagian mesin.

Kesalahan logika umum yang dibantah oleh Wald inilah yang kemudian dikenal dengan nama survivorship bias atau bias kebertahanan. Survivorship bias adalah kesalahan logika berpikir dimana seseorang hanya mengambil kesimpulan singkat atas sampel sampel yang dinilai berhasil dan pada saat yang bersamaan mengabaikan sampel gagal.

Sebagai contoh lain, ketika ada 2 anak berprestasi disebuah sekolah lalu pihak sekolah mempublikasikan secara massive kehebatan 2 anak tersebut – padahal ada ratusan siswa lain yang prestasinya dibawah rata-rata -, maka publik yang menilai akan beranggapan bahwa sekolah tersebut adalah sekolah yang berprestasi. Orang akan percaya bahwa sekolah tersebut memberikan pelayanan pendidikan yang luar biasa baik.

Dalam bidang keuangan misalnya, studi tentang kinerja perusahaan hanya didasarkan pada perusahan-perusahaan yang masih ada (masih bertahan), tanpa menyentuh studi terhadap perusahaan yang sudah bangkrut/gulung tikar. Sehingga data yang diperoleh memiliki tendensi terhadap keberhasilan suatu perusahaan untuk bertahan, bukan pada sebab-sebab perusahaan gagal.

Bias kebertahanan ini menjadi salah satu pengingat bagi kita agar tidak mudah men-judge sebuah peristiwa atas yang nampaknya saja. Seringkali bias kebertahanan ini membuat kita sering terlena akan β€œkeberhasilan yang dipublikasikan” tanpa mengetahui seberapa banyak faktor-faktor kegagalan yang telah berhasil diselesaikan permasalahannya.

#CatatanAkhirPekan Β 

Ozil


Tentang ozil. Yang diasingkan karena membela muslim uyghur. Yang diasingkan karena berfoto dengan erdogan. Yang diasingkan karena suqadnya takut dengan china. Yang diasingkan karena membela haknya.

al walaa – loyalitas. Hanya kepada Allah. Bukan kepada yang lain. Biarlah diasingkan di dunia. Namun dilindungi yang menguasai dunia. Asal Allah ridho.

charge


Bagi sebagian orang, tertinggal hp adalah suatu masalah besar dibanding ketinggalan dompet. Mungkin karena sebagian isi dompet sudah bisa digantikan dengan berbagai variasi e-wallet yang marak belakangan ini.

Berbicara masalah smartphone ada 2 hal penting yang harus dimiliki. daya dan data. data atau kuota sudah jadi barang primer yang selalu dibutuhkan kapan dan dimanapun.

Pun juga dengan daya, sehebat apapun spec smartphone nya, sebesar apapun kuota yang tersimpan didalamnya, tak akan berfungsi bila benda tersebut mati. Kurang daya. Belum di-charge

Setelah dipakai beberapa waktu, digunakan berselancar di dunia maya, nelpon, sms, whatsapp, mengupdate aktivitas di media sosial, atau bermain game tentu akan semakin mempercepat daya baterainya melemah sehingga habis dengan lebih cepat. Karena itu, ia perlu di-charge.

Diisi kembali, digunakan kembali, turun kembali, mati. Dan seterusnya. Tentu kita tak ingin baterainya mati. Perlu terus diisi sebelum dayanya habis.

Begitu juga yang terjadi pada manusia. Setiap hari setiap waktu, iman nya bekerja keras untuk melawan hawa nafsu. Kebaikannya berpacu melawan keburukannya. Jika tak di “charge” secara rutin, maka imunitas sisi baik kita tak akan sanggup melawan berbagai aktivitas yang penuh kesia-siaan.

Banyak cara untuk melakukan “charging” pada diri kita; mendengarkan kajian, membaca buku, menghadiri majelis ilmu, berteman dengan orang-orang shalih dan sebagainya.

Kita tak pernah tahu ujian apa yang akan menghampiri kita, seberat dan sebesar apa, karena itu selalulah menyiapkan daya imunitas yang cukup untuk menghadapinya. Dengan terus berusaha menyibukkan diri dengan kebaikan.

#CHSI #CatatanHarianSelepasIsya

sibuk


jika kita tak menyibukkan diri dalam kebaikan, niscaya kita akan disibukkan dalam keburukan. jika waktu tak diisi dengan hal manfaat, niscaya ia akan terisi dengan segala sesuatu yang sia-sia dan tak berguna.

dalam mengisi waktu hidup ini hanya ada 2 kemungkinan. baik atau buruk. manfaat atau sia-sia. tinggal kita pilih yang mana yang akan dikerjakan. sulit memang menjadikan seluruh waktu kita untuk terus baik, adakalanya khilaf/salah dikerjakan. adakalanya perbuatan yang melenakan waktu dikerjakan. Paling tidak, kita perlu berdo’a dan berusaha agar sepanjang waktu kita selalu diingatkan, untuk senantiasa berada dan berusaha dalam kebaikan.

dalam 1 jam misalnya, apakah telinga digunakan untuk mendengarkan hal manfaat, atau percakapan yang sia-sia. Anggap saja setengahnya digunakan untuk mendengarkan podcast-podcast pengembangan diri, tausiyah, atau ilmu-ilmu baru. itu sudah lebih baik dibandingkan sepanjang 1 jam tersebut hanya mendengarkan gosip atau syair-syair yang tidak menambah kapasitas pengetahuan atau mengetuk hati itu menjadi lebih baik.

#CHSI #CatatanHarianSelepasIsya

beban


seseorang merasa terbebani bukan karena tugas itu berat, tapi karena ia tak merasa memiliki atas apa yang dikerjakannya dan tidak merasakan kepentingan atas hasil yang diperoleh.

Saat seseorang jatuh cinta, biasanya ia akan mengerjakan segala sesuatu agar orang yang dicintainya bahagia. Ia melakukan apa saja meski kadang diluar batas kemampuannya. Apapun yang diminta akan segera direspon. Dipenuhi permintaanya dengan semangat dan dilalui sebesar apapun hambatan yang akan menimpanya. Seberat atau sebesar apapun itu

Bekerja, beribadah dan melakukan rutinitas harian lainnya bisa menjadi sebuah kebahagian atau justru sebaliknya, menjadi beban. Bangun pagi, masuk kerja tepat waktu, mengerjakan tugas, bisa dilakukan dengan ringan maupun berat tergantung seberapa paham ia akan manfaat yang diperolehnya. Apakah itu untuk kepentingan orang lain, perusahaan atau untuk dirinya sendiri. Sedekah, sholat, tilawah dan beragam amal baik lainnya pun seperti itu. Apakah ia merasa manfaat ibadah tersebut untuk Allah atau untuk dirinya sendiri. Naik turunnya iman, rutin jarangnya amal sama sekali tidak mempengaruhi kebesaranNya. Justru manusialah yang sesungguhnya berkepentingan untuk merasakan manfaat dari amal kebaikannya.

Tidak ada tugas yang berat, yang ada adalah cinta yang belum cukup.

Cintalah yang menghilangkan beban. Cintalah pula yang menghilangkan keberatan. Jika seseorang sudah mencintai pekerjaanya, tenaga dan waktupun dikorbankan asal tugasnya selesai. Tanpa pamrih, tanpa mengharap imbalan.

Selain itu, ada satu hal yang membuat pekerjaan akan terasa lebih ringan, yaitu rasa memiliki atas pekerjaan tersebut. Ia paham betul mengapa harus dikerjakan. Apa dampaknya jika diabaikan dan apa resikonya jika tak diselesaikan. Why factor ini penting untuk dipahami lebih dulu sebelum mengerjakan segala sesuatu.

Mencintai dan memahami. Adalah kata kunci untuk menjadikan beban seolah-olah hanya riak-riak kecil yang menemani setiap perjalanan kita. Ia ada, tampak nyata. Namun tak boleh menjadi penghambat bagi kita untuk terus melangkah. Bukan justru jatuh, mengeluh dan berhenti.

Beban yang menggunung, tugas yang menumpuk, amanah yang besar akan bisa dilalui dan diselesaikan dengan baik sepanjang kita meyakini bahwa para pemikul beban akan merengkuh manisnya perjuangan dari waktu, tenaga dan pikiran yang telah dikorbankan.

β€œAllah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…” (Q.S 2:286)

#CHSI #CatatanHarianSelepasIsya

cemas


Kita boleh mempersiapkan segala sesuatu tentang masa depan, bahkan harus. Namun tidak perlu terlalu khawatir berlebihan tentang apa yang akan terjadi.

Kecemasan itu muncul jika angan-angan terlalu panjang tanpa melibatkan kuasaNya. Takut apa yang akan terjadi tidak sesuai dengan keinginan. Cemas berlebihan jika mimpi-mimpinya tidak tercapai.

Ada 3 periode waktu dalam kehidupan kita, pertama masa lalu. waktu yang tidak akan pernah kembali lagi. ia sudah menjadi catatan sejarah yang telah dilalui, bisa penuh suka maupun bercampur duka. penting memang belajar dari masa lalu namun tidak perlu meratapi apa yang sudah terjadi. kita hanya perlu belajar memperbaiki kesalahan di masa lalu agar tidak terulang.

kedua, masa kini. inilah waktu tempat kita berada. disinilah semua ide dan harapan diwujudkan. apa yang kita nikmati hari ini adalah sekumpulan usaha yang dikerjakan di masa lalu. sedangkan yang dikerjakan hari ini adalah sekumpulan bekal untuk menata masa depan. kita hanya berusaha.

ketiga, masa depan. waktu yang belum tentu kapan dan berapa lama kita bisa merasakannya. nanti adalah masa depan. esok adalah masa depan. serta bulan dan tahun berikutnya adalah masa depan. kita tak pernah tahu sampai titik mana masa yang akan ditemui.

Salah satu cara menghadapi masa depan adalah dengan berbuat terbaik di masa kini. Rezeki sudah diatur, jodoh sudah diatur, usiapun sudah ditetapkan. Melibatkan Allah dalam setiap ikhtiar kita adalah cara terbaik menjalani masa kini, dan mempersiapkan masa depan. Tanpa kecemasan. Tanpa Kekhawatiran. Allah yang menjamin.

#CHSI #CatatanHarianSelepasIsya

(sengaja) tak terasa


diselamatkan dengan tidak ketinggalan dompet.

diselamatkan tidak nyerempet kendaraan lain.

diselamatkan tidak kepeleset saat jalan.

dihindarkan dari kemacetan.

diselamatkan saat ambil air minum dan tidak tumpah.

hmm… itu baru dari sisi aktivitas yang zhahir.

belum lagi dari sisi yang bathin, . dihindarkan dari ghibah, kata-kata kotor, zhalim, ucapan sia-sia, dan lain sebagainya. yang tidak mungkin bisa diselesaikan hitungannya satu persatu.

betapa banyak nikmat yang tidak terlihat sebenarnya selalu menghampiri kita. namun pandangan mata selama ini hanya tertuju pada kejadian yang terjadi saja. keburukan yang tidak jadi datang, tak dirasakan sebagai nikmat. karena itu, seringkali yang disebut nikmat adalah hanya yang terlihat dan dirasa, seperti mendapat hadiah, mendapat penghargaan, bonus, punya rumah, kendaraan, dan lain-lain.

sementara, nikmat yang jauh lebih banyak seringkali tak terlihat bahkan tak dianggap. terhindar dari bahaya juga tak syukuri. berjalan dengan normal misalnya, mungkin akan terlihat biasa-biasa saja tak ada yang istimewa. namun sesungguhnya begitu banyak pertolongan-pertolongan yang Dia berikan sepanjang perjalanan sehingga sampai ke tempat tujuan tanpa hambatan. Dialah yang mengatur, memberi nikmat, senantiasa dalam kesibukan menyanyangi hamba-hambaNya.

kulla yaumin huwa fii sya’n

#CHSI #CatatanHarianSelepasIsya

jalani


ada seorang anak kecil yang sedang dimandikan orang tuanya. ia menangis. teriak-teriak. kedinginan. takut.

sang orang tuapun tetap pada keputusannya. ia harus memandikan anak kecil itu yang sudah lusuh. kotor. bau.

namun, anak kecil itu menolak. meronta. mengaduh. kabur. ingin bermain lagi.

dibiarkannya memang. sementara.

lalu, anak itu diajak lagi ke kamar mandi. dimandikan kembali agar bersih. ia kembali menolak. kabur. dan bermain lagi.

Kadangkala, kita tak begitu mengerti apa maksud yang menimpa pada diri kita. Bisa jadi, apa yang terjadi itu merupakan kumpulan ujian-ujian yang bertujuan baik. Ujian yang sebetulnya untuk membersihkan kita dari kotornya hati dan lusuhnya jiwa.

karena itu, jalani setiap ujian yang menghampiri. Agar segera bersih dan suci kembali. Jauh dari kerak-kerak dosa yang lama menyelimuti.

#CHSI #CatatanHarianSelepasIsya